Rabu, 14 Oktober 2015

Unpredicted

Unpredicted
FanFiction
Author : Park Sang Soon (Umirin Mauludhiah)
Cast : Cho Kyuhyun | Victoria Song (Song Qian)
Genre : Romance, Fluff
Rated : PG 13+
Note : Ini poster pertama yg gue bikin sendiri. Dan, Ini FF pertama yang gue pos di blog gue sendiri. Gak ada acara numpang pake blog orang. Dan, gue pengen ngehidupin couple ini lagi. Jangan protes kalo FF-nya cukup gaje. Please tinggalkan koment dan jangan jadi silent reader. Selamat membaca ^^




Victoria menggerakkan jemarinya perlahan. Menyentuh bibir gelas wine yang berada di depannya. Dan jari telunjuknya berjalan mengitari bibir gelas itu. “hhhh” dia menghembuskan nafasnya perlahan. Dan perlahan tangannya mengambil gelas wine tadi. Melihatnya sesaat. Sebelum akhirnya dia meneguk wine itu dengan sekali teguk. Tidak, masih tersisa sedikit sekali. Dan gadis itu, sengaja meninggalkan sisa wine tadi untuk tidak diminumnya. Dia membalikkan badannya. Satu tangannya terlipat di depan perut datarnya. Dan tangan yang lainnya, masih memegang gelas wine tadi erat. Sementara matanya sibuk mengamati mantan teman-teman kampusnya yang sedang berpesta dalam rangka memeriahkan reuni mereka.
                “ini membosankan” ucap Victoria sembari memainkan gelas wine-nya.
                Dari sisi lain. Seorang pria jangkung dengan tuxedo hitam sedang mengamati Victoria intens. Dari rambut hitam gadis itu. mata lentik gadis itu. bibir merah muda yang sempurna. Lehernya yang jenjang. Tubuh proporsionalnya yang dibalut dress hitam setengah paha tanpa lengan. Dan kaki jenjangnya yang ter-ekspos dan mengenakan high hells berwarna padu.
                “Victoria Song” ucap pria itu sembari berjalan mendekat ke tempat Victoria berdiri.
                Gadis itu masih memainkan gelas wine-nya. Dia terlalu bosan. Dan tidak ada seorangpun yang nyaman untuk diajaknya mengobrol. Hiingga dia tidak sadar bahwa gelasnya nyaris saja jatuh. Namun seketika sebuah tangan pucat mengambil gelas itu. dan meneguk sisa wine itu dengan cepat.
                “Victoria Song” ucap pria itu sembari mengembalikan gelas wine tadi ke tangan Victoria. Gadis itu sedikit bingung. Namun setelah itu  dia tersenyum.
                “Tuan Cho. Kyuhyun?” sebut Victoria sembari menaikkan kedua alisnya.
                “kau masih mengingatku. Mau mengobrol di luar?” tawar Kyuhyun sembari mengulurkan tangannya.
                “tentu” jawab Victoria dan berjalan keluar mendahului Kyuhyun. Pria itu hanya tersenyum miring dan berdecak kagum. Setelah itu mengikuti Victoria yang sudah berada di luar lebih dulu.
                “kau baik?” tanya Kyuhyun membuka pembicaraan.
                “ya. Seperti yang kau lihat” jawab Victoria sedikit malas.
                “aku dengar kau menjadi pengarah fashion sekarang?” tanya Kyuhyun lagi. Tapi kali ini tangannya sedang sibuk menghidupkan sebatang rokok. Dan menghirupnya perlahan. Victoria mengamatinya intens. Gadis itu tersenyum.
                “dan kau. Seorang CEO perusahaan.” Timpal gadis itu sembari mengambil alih rokok yang sedang di hirup Kyuhyun dan menghirupnya. Lalu menghembuskan asapnya. Sempurna. Batin Kyuhyun dalam hati.
                “aku sedikit menyesal karena meninggalkanmu” perlahan Kyuhyun mendekati Victoria. Membuat gadis itu terhimpit diantara tembok dan tubuh jangkung Kyuhyun.
                “wae?” tanya Victoria sembari mengembalikan rokok tadi kembali ke tempatnya. Tepatnya, meletakkannya lagi ke bibir Kyuhyun. Pria itu hanya menerimanya. Tidak ada penolakan sedikitpun.
                “karena kau. Menarik” bisik pria itu tepat di samping telinga Victoria. Gadis itu sedikit menjauhkan wajahnya. Merasa sedikit geli dengan nafas Kyuhyun yang berhembus di lehernya yang bebas.
                “aku akan pulang” ucap Victoria sembari berjalan menjauh dari Kyuhyun. Berjalan menuju tempat parkir. Baru saja dia akan membuka mobilnya, tiba-tiba sebuah tangan menarik lengannya. Dan menariknya memasuki mobil yang lain.
                “kau akan aku antar. Tidak ada penolakan” ucap si pemilik mobil sembari melajukan mobilnya ke luar dari gedung kampus.
                “Galleria Foret” ucap Victoria. Memberitahu Kyuhyun dimana dia tinggal.
                “kau hebat. Aku belum menanyakan apartment-mu dan kau sudah memberitahunya lebih dulu” puji Kyuhyun dengan suara sinis. Victoria hanya tersenyum miring mendengar pujian Kyuhyun yang terdengar seperti ejekan.
                “apa kau mengatakan tempat tinggalmu pada seluruh pria?” tanya Kyuhyun. Kali ini dengan nada mengejek.
                “tidak. Ini untuk pertama kalinya” jawab Victoria. Nyaris seperti bisikan.
                “jika begitu, kau tidak akan kembali ke apartment-mu hari ini” ucap Kyuhyun dan tersenyum miring. Pria itu segera menginjak gas mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat. Victoria terbelalak. Apa yang barusan dikatakan pria di sampingnya baru saja. Jujur, membuat dadanya berdesir.
                “kau. Apa yang kau lakukan?” tanya Victoria sembari menatap khawatir ke-arah Kyuhyun. Namun pria itu hanya diam saja. Tidak menjawab pertanyaan Victoria. Dan semakin cepat melajukan mobilnya. Hingga beberapa menit kemudian. Mereka sampai di tempat parkir sebuah apartment. I-Park. Apartment berkelas milik pebisnis muda. Victoria menghela nafasnya berkali-kali. Kesal. Ya. Dia sangat kesal saat ini.
                “keluarlah” suruh Kyuhyun yang kini sudah membuka pintu yang berada tepat di samping Victoria. Gadis itu hendak mengajukan protes, namun Kyuhyun sudah lebih dulu pergi dan melangkah menuju lift. Sehigga dia tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti Kyuhyun.
                “pada akhirnya kau mengikutiku” timpal Kyuhyun setelah lift sudah berjalan naik. Victoria hanya menghela nafasnya kesal. Kini hening. Tidak ada dari mereka berdua yang berniat mengeluarkan suara. Hingga terdengar suara dentingan. Pertanda bahwa mereka sudah sampai. Tanpa peringatan, Kyuhyun melingkarkan tangannya ke pinggul Victoria. Gadis itu sedikit terkejut.
                “kau tahu. Kau seperti model majalah pria dewasa. Terlalu cantik” timpal Kyuhyun sembari menuntun Victoria menuju ke depan pintu apartment-nya. Victoria terdiam sejenak. Dia berfikir. Jika dia memasuki apartment ini, masa lalu-nya akan terulang lagi. Bahkan dia tidak bisa mengatur detak jantungnya saat ini. Ya. Kyuhyun. Masa lalunya yang sempat hilang. Dan sekarang, tiba-tiba datang. Dan tanpa peringatan.
                “apa yang kau pikirkan?” tanya Kyuhyun sembari mempererat rangkulannya di pinggang Victoria dan menuntun gadis itu masuk ke apartment-nya.
                “kau tinggal sendiri?” tanya Victoria setelah memasuki apartment Kyuhyun. Pria itu hanya mengangguk mengiyakan sembari melepas tuxedo-nya dan meletakkannya serampangan di punggung sofa.
                “red wine?” tawar Kyuhyun yang kini sudah berada di dapur dan mengambil satu botol red wine. Victoria berjalan mendekat ke-arah Kyuhyun. Lalu memposisikan duduk disalah satu kursi yang berada di depan meja bar. Gadis itu mengamati gerak-gerik Kyuhyun. Bagaimana cara pria itu membuka tutup wine yang akan dituangkannya. Bagaimana pria itu menuangkan wine dengan mahir ke dalam gelas. Dan, bagaimana gerak-gerik pria itu, bisa membuat dadanya berdesir.
                “Qian” panggil Kyuhyun pelan. Sontak Victoria terkejut. Nama aslinya baru saja diucapkan. Dan, Kyuhyun yang baru saja mengucapkannya.
                “kau melamun” ucap Kyuhyun sembari menyodorkan segelas red wine pada Victoria. Dan Kyuhyun langsung meneguk wine miliknya.
                “mengapa kau masih memanggilku dengan nama itu?” tanya Victoria setelah meneguk wine miliknya. Kyuhyun terdiam. Dia tidak menyangka bahwa Victoria akan menanyakan hal itu. Namun Kyuhyun tidak menjawab. Pria itu justru beranjak dari duduknya dan mendekati Victoria. Tangan pria itu yang bebas meraih tangan Victoria hingga gadis itu sedikit merintih kesakitan. Namun Victoria menuruti Kyuhyun. Dia mengikuti langkah Kyuhyun yang berjalan menuju salah satu ruangan. Mereka berdua berhenti tepat di depan sebuah ruangan degan pintu berwarna putih. Berbeda dari pintu lainnya yang berwarna hitam.
                “aku ingin kau mengetahui apa isi ruangan ini” Kyuhyun sedikit mendorong Victoria untuk membuka pintu itu. Dan dengan sedikit ragu, gadis itu membuka pintunya. Dia mulai berjalan perlahan memasuki ruangan itu. Hingga kini Victoria berdiri di tengah-tengah ruangan. Dia mengedarkan pandangannya. Terkejut, ah tidak. Tepatnya sangat terkejut. Terlebih ketika tiba-tiba saja Kyuhyun memeluk tubuhnya dari belakang. Kini tangan Kyuhyun melingkar apik di pinggangnya. Dan hembusan nafas Kyuhyun menyentuh permukaan tengkuk Victoria yang tidak dilindungi apapun.
                “untuk waktu yang lama. Delapan tahun. Aku merindukanmu. Selalu seperti itu setiap hari. Dan ini adalah kegiatanku selama delapan tahun. Memasuki ruangan sunyi ini. Sendirian. Mengamati setiap foto dirimu yang aku pajang. Dan konyolnya, aku berharap kau, Song Qian. Masa laluku yang hilang, sempat hilang, kembali untukku. Seperti saat ini” ujar Kyuhyun perlahan. Dan suara-nya nyaris seperti bisikan di telinga Victoria. Kyuhyun semakin mempererat tangannya yang memeluk pinggang Victoria. Sementara gadis itu masih terdiam. Matanya masih sibuk mengamati setiap foto yang berada di depannya. Hingga matanya terhenti pada dua lembar foto yang terpajang bersisihan. Foto yang berada di sebelah kiri, menampakkan dirinya yang saat itu bersama Zhoumi –sahabat yang pernah menjadi cintanya. Sementara disisi kanan, ada foto Kyuhyun dan Seohyun –mantan kekasih Kyuhyun –  yang sangat terlihat mesra. Victoria memutar ingatannya. Itu adalah kejadian yang membuat Kyuhyun dan Victoria memilih untuk berpisah. Tapi, selalu ada rasa rindu yang menyelinap masuk setiap detiknya selama delapan tahun ini. Rasa rindu yang mereka berdua rasakan bersamaan. Namun, pikiran mereka terlalu takut untuk mengakuinya.
                “Cho…… Kyuhyun….” Panggil Victoria dengan suara paraunya.
                “Hmmm” gumam Kyuhyun yang sudah meletakkan dagunya di bahu Victoria.
                “aku hanya…. Merasa dingin” Victoria menggenggam tangan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya dengan erat. Dia mencoba mencari kehangatan dan kenyamanan disana.
                “kau harus mengganti pakaianmu” tanpa aba-aba, Kyuhyun langsung menarik pelan tangan Victoria. Membuat gadis itu mengikutinya lagi. Tanpa adanya penolakan. Sedikitpun. Kini mereka sudah berada di kamar Kyuhyun. Victoria terduduk di tepi ranjang king size milik Kyuhyun. Sementara Kyuhyun sedang mengambil sesuatu di dalam lemari abu-abunya.
                “ganti pakaianmu. Aku akan mandi sebentar” Kyuhyun menyodorkan kemeja putihnya kepada Victoria. Dan gadis itu dengan ragu mengambilnya dari tangan Kyuhyun. Dia masih diam, belum mengganti pakaiannya setelah Kyuhyun benar-benar sudah menghilang ke balik kamar mandi. Gadis itu menatap tubuhnya di sebuah cermin yang dapat memperlihatkan keseluruhan tubuhnya, Masih baik-baik saja. Tubuhnya masih di balut dengan gaun hitam yang dikenakannya. Rambut pekatnya masih tergerai. Hanya sedikit berantakan karena tiupan angin. Kyuhyun menjaganya. Benar-benar menjaganya. Tidak ada luka disetiap inci tubuhnya. Hanya ada rona-rona merah yang tercipta karena sentuhan-sentuhan hangat dari Kyuhyun.
                Beberapa menit kemudian. Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar kamar mandi. Tubuhnya yang tadi dibalut dengan kemeja berwarna hitam kini sudah digantikan dengan kaos polos berwarna abu-abu. Pria itu masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Mengeringkan rambut coklatnya yang masih cukup basah akibat dia basuh.
                “mau ku bantu?” tiba-tiba saja Victoria sudah berdiri di depannya. Menawarkan diri untuk mengeringkan rambut Kyuhyun. Yang jujur, membuat gadis itu sulit untuk sekedar menelan salivanya. Tanpa ragu, Victoria menarik tangan Kyuhyun pelan. Membawa Kyuhyun untuk duduk di tepi ranjang. Tangan gadis itu mengambil alih handuk yang tadi dibawa Kyuhyun. Tanpa ada penolakan, Victoria mulai mengeringkan rambut Kyuhyun. Mata bulatnya menyusuri setiap helaian rambut coklat milik pria yang sampai saat ini masih dikaguminya.
                “delapan tahun. Dan sekarang, sepertinya aku serakah” Kyuhyun mencoba untuk membuka pembicaraan setelah mereka diam cukup lama.
                “apa yang kau katakana?” Victoria mengubah posisi duduknya menjadi setengah berdiri di atas kasur. Mulai mengeringkan rambut bagian belakang milik Kyuhyun. Hingga kini jarak mereka sangat dekat. Dan Kyuhyun, dapat mencium aroma daisy yang menyeruak dari tubuh Victoria. Aroma yang menurutnya, sangat menenangkan. Dan aroma itu tidak berubah sejak delapan tahun lalu.
                “ketika aku kembali bersama Seohyun, ada rasa bersalah yang sangat menggangguku. Karena aku telah menghindarimu. Dan, saat itu juga, aku memutuskan untuk sekedar berteman bersama Seohyun. Tidak lebih” Kyuhyun mulai berbicara lagi. Dia mencoba mengatur nafasnya yang seakan tercekat di tenggorokannya.
                “wae?” tangan Victoria kini mulai melemah. Bahkan jemari lentiknya bergetar.
                “karena aku sadar bahwa aku masih menyukaimu. Tidak, dan bukan. Aku masih mencintaimu. Sangat mencintaimu. Aku masih selalu mengingatmu. Setiap inci dari dirimu. Awalnya aku menyerah untuk sekedar mengingat dirimu lagi. Namun, semakin aku tidak mengingatmu, justru disaat itu aku ingin menemukanmu. Hingga aku tahu bahwa kau menjadi salah satu orang penting di salah satu sudut Korea. Dan hampir semua orang mengenalimu. Tapi, aku justru hanya diam. Dan membiarkan semua-nya berjalan sesuai takdir. Tapi, aku ingin kau yang menemukanku bukan aku yang menemukanmu. Lucu bukan?” Kyuhyun mengakhiri ucapannya dengan sebuah tawa yang hambar. Yang justru membuat Victoria meneteskan sebulir air mata beningnya. Kini tubuh Victoria benar-benar lemas. Posisinya yang tadi setengah berdiri. Kini sudah tidak lagi. Dia terjatuh dan terduduk. Tepat dihadapan Kyuhyun. Gadis itu menatap Kyuhyun intens. Pipi halusnya sudah dibasahi oleh buliran air mata yang sudah tidak dapat ia tahan lagi.
                “wae?” Kyuhyun perlahan menghilangkan air mata yang masih terjatuh dari pelupuk mata Victoria. Sementara matanya menatap setiap inci wajah gadis yang sangat dikaguminya itu.
                “kau bodoh ya? Selama delapan tahun ini kau membiarkanku menggila?! Bahkan aku seperti mayat hidup hanya karena aku memilirkanmu!! Lalu mengapa kau justru membiarkan aku yang mencarimu?!! Apa kau sebodoh itu?!!” Victoria berteriak dan beberapa kali tangannya memukul dada bidang Kyuhyun. Dan isak tangisnya masih berpadu dengan teriakannya.
                “mianhee” perlahan Kyuhyun menarik Victoria kedalam pelukannya. Sesaat itu. tangisan Victoria tidak terdengar lagi. Kyuhyun perlahan menarik Victoria dari pelukannya. Menatap dalam ke-arah Victoria. Sementara jemarinya menyusuri setiap inci wajah Victoria. Kening gadis itu yang sangat disukainya. Dulu, ia selalu menyapukan sebuah kecupan singkat disana. Alisnya yang tipis dan melengkung sempurna. Bulu matanya yang lentik dan gelap. Matanya yang selalu terlihat cerah seakan tersenyum. Hidung yang dimiliki gadis itu. Selalu dikerutkan ketika gadis itu sedang kesal. Pipinya yang selalu merona ketika Kyuhyun menyapukan kecupan atau sekedar sentuhan disitu. Dan bibir merah mudanya yang selalu pria itu rindukan. Bibir itu yang selalu membantunya untuk tersenyum. Ketika bibir merah muda itu membentuk sebuah lengkungan dengan sederet gigi putih. Maka disaat itu Kyuhyun akan tersenyum.
                Kini Kyuhyun ingin memulainya lagi. Bersama dengan gadis yang sama. Gadis yang saat ini tengah berada di hadapannya. Dia ingin memperbaiki hidupnya lagi. Dia ingin melengkapi hidupnya lagi. Hidupnya yang hancur selama delapan tahun. Hanya karena seorang gadis bernama Victoria Song.
                “sama seperti dirimu. Delapan tahun aku hanya diam. Selalu mengingatmu disetiap detik yang aku lewati. Dan kini, aku ingin memulainya lagi. Cho Kyuhyun” Victoria tersenyum. Meyakinkan dirinya sendiri untuk kembali. Bersama Kyuhyun.
                “Song Qian. Aku akan memanggilmu dengan nama itu lagi. Mari kita memulainya kembali. Seperti delapan tahun lalu. Tapi dengan cerita yang berbeda. Mari memulainya bersamaku lagi” Kyuhyun tersenyum. dan jemarinya sibuk menyelipkan helaian rambut Victoria kebalik telinga gadis itu.
                “panggil aku dengan nama itu. Mari kita mulai detik ini. Saat ini juga. Dengan cerita baru yang tidak ada akhirnya” senyum Victoria kini benar-benar mengembang. Kini gadis itu benar-benar yakin dengan pilihannya. Yaitu pria yang berada di hadapannya. Cho Kyuhyun.
                “iya, dengan cerita tanpa akhir.” Kyuhyun tersenyum kembali. Dan perlahan dia menyapukan bibirnya pada kening Victoria. Memberikan sebuah kecupan selamat datang. Sebuah kecupan rindu. Sebuah kecupan yang meyakinkan. Sebuah kecupan yang membuat gadis itu hangat. Sebuah kecupan kasih sayang. Dan sebuah kecupan yang akan menciptakan sebuah cerita baru. Mulai detik ini. 




-Finished-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar