Senin, 23 November 2015

Emotional



Emotional
FanFiction
Author : Park Sang Soon (Umirin Mauludhiah)
Cast : Cho Kyuhyun | Victoria
Genre : Angst, Sad
Rated : PG 13+


2008
-Jika kau tahu, aku menahan emosiku supaya aku tidak bertambah merindukanmu  ~Cho Kyuhyun
                Genap satu tahun. Semenjak pertemuan mereka berdua. Pertemuan yang tidak disengaja. Yang pada akhirnya menciptakan sebuah benang tipis di antara mereka. Dan kini, merajut sebuah cerita  kasih yang seakan tidak terlihat. Tidak ada yang mengetahuinya. Kecuali, mereka berdua, dan Tuhan yang akan setia untuk mengawasi mereka hingga tiada.
                “Kyu, aku merindukanmu” Suara itu muncul dari sebuah sambungan telephone. Kyuhyun terdiam. Pikirannya sungguh berantakan saat ini. Dia menghubungi gadis itu lebih dulu. Namun, dia hanya diam tanpa berusaha untuk mengeluarkan suara sedikitpun. Dia terlalu takut. “Kyu-” Gadis itu berucap lagi. Namun, kali ini suaranya terdengar lebih rapuh. Sangat menyakitkan. Dia tidak pernah tega untuk sekedar mendengar suara ringan gadis itu ketika suara itu justru terdengar rapuh. Karena dia tahu, gadisnya bahkan sudah membendung kristal-kristal bening yang mungkin akan terjatuh sewaktu-waktu.
                “Kyuhyun, apa kau merindukanku?” Satu lagi. Gadis itu berucap. Dan Kyuhyun masih terdiam dengan matanya yang terpejam. Hingga dia mendengar suara isakan yang sungguh menyesakkan dari seberang telephone. Victoria menangis. Dia menghela nafasnya berat. Membuka matanya perlahan. Dan mulai berucap untuk menenangkan Victoria.
                “dengarkan aku sayang,” Suara tangisan di seberang telephone berhenti. Seiring dengan berhentinya buliran kristal bening dari mata lentik Victoria. Sementara mereka diliputi sunyi dalam dua belas detik. Hingga Kyuhyun mulai melanjutkan ucapannya kembali. “aku yakin, kita akan bertemu lagi seiring berjalannya waktu” Suara beratnya yang tersalur melalui udara yang dia hembuskan dan dikiram melalu jaringan telephone itu, dengan sukses membuat Victoria merosot lemah. Seolah ada ribuan listrik yang menyerangnya hingga dia nyaris berada di ambang kematian.

Apakah seiring berjalannya waktu akan terasa cepat? Bahkan tanpa aku menghubungimu dalam waktu satu tahun? Apakah kau bodoh Kyu?

                Victoria memejamkan matanya kuat-kuat. Sungguh, dia tidak dapat menahan buliran kristal bening yang perlahan menciptakan sebuah jalan seperti sungai di pipi tirusnya. Ini semua terlalu menyakitkan. Dia bahkan merutuki Kyuhyun didalam batinnya. Bagaimana bisa pria itu tidak mengerti bahwa dia terlalu mengkhawatirkannya. Belum lagi, beberapa bulan lalu Kyuhyun mengalami kecelakaan yang bahkan tidak diketahui Victoria.

                “Qian, jangan menangis sayang” Kyuhyun berujar lagi. Ketika dia mendengar isakan kecil di seberang telephone. Untuk yang kedua kalinya dalam waktu kurang dari satu jam, dia harus mendengar lagi isakan yang gadis itu tahan. Kyuhyun bahkan harus berusaha untuk tidak meluapkan rasa rindunya yang sudah berada di ubun-ubunnya. Karena dia tahu, tidak lama lagi mereka akan bertemu. Dan dia berjanji, mereka bertemu dalam keadaan yang lebih stabil dan lebih baik. 

The Destiny


The Destiny

FanFiction
Author : Park Sang Soon (Umirin Mauludhiah)
Cast : Cho Kyuhyun | Victoria
Genre : Romance, Fluff
Rated : PG 13+

2007
-Disaat itu mereka mulai beradu pandang. Memutuskan untuk menciptakan sebuah benang tipis diantara mereka berdua.

                Jemari lentik itu bermain pada permukaan kaca sebuah mesin penjual minuman. Si pemilik jemari menanti sebuah kaleng keluar dari dalam mesin tersebut. Namun, dirinya mungkin sedang tidak terberkati. Bahkan setelah satu menit dia menunggu, tidak ada sebuah kaleng minuman yang terdorong jatuh dan keluar dari mesin itu. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk mengambil koin lagi dari dalam dompet autumn green yang berada di genggaman tangan kanannya. Meraih dua buah koin yang berada di dalamnya, dan dia memasukkannya ke dalam mesin penjual minuman yang masih berada di hadapannya. Lalu, menantinya lagi. Namun, mesin itu tidak bereaksi sama sekali.
                “ah, aku tidak terberkati” keluhan itu dengan bebas keluar dari bibir tipis merah mudanya. Dan mengundang seseorang untuk mendekat padanya. Sekedar bertanya tentang apa masalah yang dia dapatkan. Dengan sedikit kekecewaan, dia menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa mendapatkan minumannya. Bahkan setelah dua kali dia mencoba memasukkan koinnya. Namun, hasilnya adalah koinnya tertahan di dalam mesin penjual minuman itu.
                “aku bisa membantumu” Saat itu juga, orang tadi menendang mesin penjual minuman dengan keras dan sembarang. Hingga mesin itu menimbulkan tiga suara berturut. Dan, menjatuhkan tiga kaleng minuman sekaligus. Segera saja jemari lentik itu meraihnya. Tidak lupa memberikan salah satu kaleng minumannya pada seorang yang telah membantunya. Disaat itu dia sadar, seorang pria dengan mata tajamnya telah membantu dia. Pria dengan rambut kecoklatan yang menawan.
                “apakah kau seorang trainee?” Pria tadi bertanya. Dengan suara khas yang sangat menenangkan. Memacu sebuah detakan hebat di dalam dadanya. Dengan ritme yang sangat tidak beraturan. Dan, tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Sungguh memabukkan dirinya sendiri. Bahkan hingga dia nyaris kehilangan fokusnya jika saja pria dihadapannya tidak menyentuh bahu rampingnya. Hingga segera saja membuatnya berucap untuk menjawab pertanyaan tadi. Lalu membungkuk untuk sekedar memberikan gesture berterimakasih dan memperkenalkan dirinya.

                “namaku Victoria Song,” ada jeda dari perkenalannya. Namun, dilanjut dengan sebuah senyuman yang sangat ber-arti bagi pria itu. “sunbaenim” tertutup sudah ucapannya. Dengan kata terakhir yang bahkan, bisa membuat pria itu seolah terkunci dengan suara manisnya. “aku, Cho Kyuhyun” setelahnya, mereka sama-sama tersenyum. Saling memandang satu sama lain. Dan, menciptakan sebuah tali tipis yang bisa saja putus dalam satu sentuhan. 

Minggu, 22 November 2015

7 Hours

7 Hours



FanFiction
Author : Park Sang Soon (Umirin Mauludhiah)
Cast : Choi Sulli | Park Chanyeol
Genre : Romance, Fluff
Rated : PG 13+


27 November 2015

Seoul, 06.00

                Seberkas sinar matahari pagi menelusup masuk melalui celah salah satu pintu balkon kaca sebuah apartment sederhana. Dan tanpa belas kasihan, membangunkan seorang gadis dengan kulit pucat-nya yang masih berkutat dibalik selimut abu-abu miliknya. Dia tergerak. Tangannya dengan sedikit malas menyingkirkan selimut yang cukup berat itu. Gadis itu terduduk. Rambut hitam sebahunya tergerai, dan beberapa helaiannya menutupi wajah manisnya. Dia mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kamar-nya. Sunyi. Tidak ada siapapun disana. Hanya ada barang-barang miliknya yang tergeletak begitu saja. Dan, matanya menangkap sebuah bingkai dengan figura berwarna aqua blue. Otaknya mulai bekerja. Menyalurkan sinyal pada dirinya untuk menciptakan simpulan singkat di bibir tebalnya. Itu kekasihnya.
                Tungkai jenjangnya terhenti seiring dengan tulang duduknya yang dengan nyaman dia ambrukkan di atas sofa cream bludru di ruang tengah apartmentnya. Itu terjadi sejak dua tahun lalu. Ketika kekasihnya memutuskan untuk mengambil pendidikan di luar Korea. Dan berakhir, dia bertahan selama dua tahun tanpa kekasihnya. Menyambut matahari pagi dengan melemparkan pandangan pada foto kekasihnya. Dan menyambut malam dengan ucapan selamat malam yang selalu dia kirimkan pada kekasihnya.
                 “selamat pagi Yeol” bibirnya tergerak ketika mengucapkan sapaan pada sambungan telephone yang dia terima dari kekasihnya. Wajahnya bersemu merah seolah dia benar-benar bertemu dengan kekasihnya.
                “selamat pagi untuk Seoul, dan selamat pagi untuk Choi Sulli” matanya mengerjap ketika suara baritone di seberang sana memberikan sebuah sinyal khusus pada otaknya. Sulli lupa, bahwa kekasihnya berada di Paris. Dan itu berjarak tujuh jam dengan Seoul. Bibirnya terkatup. Dia merutuki dirinya sendiri yang sangat bodoh dan pelupa.
                “Yeol, aku mengulang-nya lagi. Maaf” dia tidak tahu bagaimana kekasihnya akan bereaksi. Seorang Park Chanyeol yang dia kenal memang bukan seorang sentiment atau bahkan pemarah. Hanya saja, perasaannya memberikan kepekaan bahwa dia bersalah. Setelah dua tahun berlalu dan dia melakukan kesalahan yang sama. Disetiap pagi.
                “hei. Jangan rubah nada suaramu hari ini. Cukup dengan suara ringanmu. Aku akan menghubungimu seharian ini” Sulli menciptakan sebuah simpulan hangat di bibirnya. Dia ingin menyampaikan ribuan senyum untuk seorang Park Chanyeol. Hanya saja, tujuh jam adalah jarak yang tidak memungkinkan untuk sekedar menampakkan sekilas senyum. Akun social media mungkin adalah alternative terbaik untuk saling menampakkan rupa. Namun, Sulli belum bodoh hingga melupakan pesan Chanyeol yang menyuruhnya untuk tidak saling bertukar foto sebelum Chanyeol kembali. Dan itu, membuatnya sesak selama dua tahun.
                “kau tidak tidur?” Sulli mendapat focus-nya kembali. Bukankah jarak tujuh jam menandakan bahwa Paris dilanda malam saat ini. Dan Sulli masih tetap menjadi seorang yang bodoh. Karena bahkan dia terjebak dalam suara baritone dan rayuan Chanyeol yang sungguh memabukkan dirinya.
                “aku akan tidur di pagi hari dan menghubungimu di malan hari. Bagaimana dengan 12 jam?” Sulli kembali mengatupkan mulutnya ketika Chanyeol dengan ringannya melontarkan sebuah tawaran yang nyaris terdengar seperti rayuan di telinga seorang Choi Sulli. Tapi itu bukan tawaran. Dia tahu itu sebuah rencana. Atau lebih menjurus pada perayaan.
                “karena hari ini tepat dua tahun kita tidak bertemu?” tungkai jenjangnya yang dia lapisi dengan hot pants berwarna abu-abu sudah berjalan dan terhenti di depan pintu apartmentnya. Tangan kanannya yang bebas mengambil sebuah coat tebal dengan warna tosca. Dan setelahnya melangkahkan tungkainya kembali keluar apartment.
                “katakana padaku bahwa kau lebih dari baik sayang” Sebuah helaan nafas dia hembuskan ketika tungkainya masih sibuk menyusur setiap jalan kota yang di penuhi ribuan manusia dengan kepentingan berebeda. Bukankah kekasihnya sedikit memaksanya. Namun dia menyukai kekasihnya ketika memaksanya untuk berada dalam keadaan baik-baik saja. Menandakan selama dua tahun ini kekasihya selalu menyisipkan seorang Choi Sulli di tiap sel otaknya.
                “jadi, saat ini aku berada di antara ribuan orang yang tidak aku kenal. Dan anehnya, saat ini aku berbalik dan, entahlah Yeol. Aku melihat punggung yang sangat mirip dengan posturmu. Sebuah halusinasi yang hanya terjadi pada orang bodoh sepertinya” dia meringis konyol ketika mendengar kekehan dari seberang telephone. Sulli sadar bahwa perkataannya dengan sukses membuat Chanyeol – mungkin – mengurangi kapasitas rasa cintanya terhadap dia. Namun dia sendiri tidak mengerti mengapa Chanyeol selalu melambung-lambungkan dirinya tanpa ada bekas luka ketika dia terjatuh.
                “jadi, kekasihku adalah seorang yang konyol, bodoh mungkin, dan periang. Ayoalah, aku bahkan harus mengakui bahwa kau lebih menarik ketimbang perempuan dengan sikap dewasa dan penampilan yang mereka anggap luar biasa itu.” sebuah decakan keluar dari bibir tebalnya. Menahan rasa dingin yang merayap seiring bertambahnya waktu. Dia sadar dia mulai mabuk. Dalam artian bahwa dirinya sudah rela diseret oleh Park Chanyeol ke dalam dunia yang berbeda.
                “aku dalam perjalanan pulang. Membawa sebuah tas belanja dengan puluhan makanan di dalamnya. Kau menginginkannya?” gadis itu terlalu puas ketika Chanyeol memujinya. Hingga dia tidak sadar bahwa dia tidak sendiri. Di antara ribuan manusia lainnya yang juga ikut menyusuri setiap jalanan kota. Dan satu di antaranya adalah seorang yang mengawasinya. Tidak pernah jauh dari langkah yang gadis itu ambil sejak keluar dari apartment.
                “bagaimana menurutmu. Jika aku mengganti sarapanku dengan oat meal mulai besok?” Sulli membalikkan tubuhnya ketika nyaris sampai di apartmennya. Dia hanya mengambil beberapa langkah. Mengambil secarik kertas nota yang baru saja tertiup angin.
                “aku tahu kau bercanda. Mengatakan bahwa kau akan makan oat meal itu mustahil. Karena ketika kau selesai makan nasi, kau selalu mengatakan bahwa kau masih lapar. Terkadang kau mengambil jatah makanku. Jadi, mari kita memasak jjajangmyeon hari ini” detik setelah berhasil mengambil kertas notanya Sulli segera mendongak. Dia tidak berhalusinasi. Bukankah seorang Park Chanyeol sedang berdiri di depannya saat ini. Dan, kekasihnya itu sedang mengembangkan senyum. Tangan kanannya terangkat memberikan sebuah sapaan. Sebuah tas belanja. Dengan sebuah label yang sama.
                “kau tidak menyambutku dengan baik” Sulli mengerjap ketika Chanyeol semakin mendekat ke arahnya dan menyejajarkan pandangan mereka.
                “Park Chanyeol” dia tersenyum. Ini semua jelas rencana Chanyeol. Sejak awal dia melihat seorang dengan postur punggung yang sangat mirip dengan kekasihnya. Saat hidugnya menangkap aroma parfum yang berbeda di toko. Dan ketika telinganya dengan samar mendengar suara emosi Chanyeol saat berjalan menuju toko.
                 “Selamat pagi sayang” mereka tidak akan membuat pertemuannya terlalu berlebihan. Hanya sekedar rangkulan hangat di antara ribuan orang yang berlalu-lalang di jalanan kota. Dan membiarkan setiap angin musim dingin menyalami kehadiran mereka yang jelas nyata setelah dua tahun tidak terlihat. Dan sebuah ucapan ulang tahun yang Sulli sampaikan terang-terangan dengan bibir tebalnya. Hal yang memalukan untuk orang lain. Namun menyenangkan untuk seorang Park Chanyeol yang akan selalu memilih Sulli sebagai gadis-nya.


Rabu, 11 November 2015

Dumb?

Dumb?
FanFiction
Author : Park Sang Soon (Umirin Mauludhiah)
Cast : Cho Kyuhyun | Victoria Song (Song Qian)
Genre : Romance, Fluff
Rated : PG 13+


Sequel of Unpredicted

Kyuhyun apartment’s
                Victoria menggulingkan tubuhnya ke bagian kanan ranjang. Tangan lentiknya yang bebas menyusuri setiap sisi ranjang yang ditempatinya untuk tidur. Hidung runcingnya mendengus beberapa kali. Ada sesuatu yang aneh. Dia tidak menemukan Kyuhyun disampingnya. Padahal dia masih sangat ingat bahwa dia tidur bersama Kyuhyun tadi malam. Gadis itu membuka mata bulatnya perlahan. Dan dengan malas dia merubah posisi tidurnya menjadi duduk. Dan, benar saja. Dia tidak menemukan Kyuhyun disana.
                “Kyu....” panggilnya lirih. Lima detik dia menunggu. Tidak ada jawaban. Itu ber-arti Kyuhyun sudah keluar dari kamarnya. Atau bisa jadi kekasihnya itu sudah berada di perjalanan menuju kantor. Dengan setengah hati akhirnya Victoria memutuskan untuk beranjak dari ranjangnya. Berjalan keluar dari kamar dan mencoba untuk mencari Kyuhyun di sisi lain apartment. Dia mengedarkan pandangannya. Tidak menemukan sosok Kyuhyun. Dia kembali melangkahkan kakinya. Kali ini lebih pelan. Dan tepat tiga langkah setelah itu. Sebuah suara yang sangat familiar mencapai telinganya.
                “kau sudah bangun?” tanya Kyuhyun retoris. Namun, tetap saja pertanyaan retoris itu masih dijawab oleh Victoria. Bahkan dengan sebuah senyuman. Lebih tepatnya, senyuman yang hanya bertahan beberapa detik saja. Karena setelah itu Victoria mengerutkan keningnya. Rapi. Hal pertama yang gadis itu tangkap dari Kyuhyun pagi ini. Celana katun press berwarna dark blue. Dan kemeja putih yang masih halus. Serta dasi polos berwarna abu-abu.
                “kau sudah akan pergi?” tanya Victoria dengan suara lemahnya. Dan suara itu, membuat Kyuhyun yang kini tengah berdiri di depan cermin untuk mengenakan dan merapikan jas kerjanya, terhenti seketika. Dia tidak kuasa mendengar suara lemah itu. Membuatnya tidak tega untuk pergi menjauh dari Victoria. Sekalipun itu hanya dalam waktu tiga detik. Namun, bukankah itu semua untuk kebaikan kedepannya? Kebaikan untuk mereka berdua yang sudah Kyuhyun rancang sejak mereka bertemu kembali.
                “Kyu…..” seperti tersengat oleh ribuan volt listrik, Kyuhyun langsung tersadar dari lamunannya. Kini Victoria tengah membantunya untuk sekedar mengenakan jas kerjanya yang tadi belum selesai ia pakai. Dan saat itu, dia melihat jemari Victoria yang bergetar ketika membenarkan posisi jas kerjanya. Dia hanya menatapnya. Tidak ada niat untuk meraihnya. Karena dia tahu, dia tidak akan mau melepasnya setelah dia berhasil menggenggamnya.
                “ambilah istirahat ketika kau lelah” ujar Victoria yang diiringi dengan senyuman hangatnya. Yang membuat kekasihnya juga ikut mengembangkan seulas senyuman cerah. “aku akan pulang awal hari ini” ucap Kyuhyun sembari mengelus leher jenjang Victoria yang bebas. Bukannya mendapat respon yang baik, Kyuhyun justru mendapat tatapan aneh dari wajah Victoria. Gadis itu tidak mengerti. Dia sangat yakin bahwa Kyuhyun bukan seseorang yang akan meluangkan waktu untuk meninggalkan pekerjaannya yang jauh lebih penting. Dan selama ini, Victoria menerimanya. Tanpa ada keluhan sedikitpun. Namun, hal yang barusan Kyuhyun ucapkan adalah hal yang mungkin belum pernah ia dengar.
                “ aku pergi” singkat. Hanya sebuah kecupan ringan di kening yang diberikan Kyuhyun sebelum dia mulai melangkah pergi dan melambaikan tangan pada Victoria. Gadis itu bahkan sudah cukup kelimpungan hanya dengan perlakuan dari Kyuhyun, yang jujur saja sudah menjadi rutinitasnya jika ia bermalam di apartment Kyuhyun. Namun tetap saja, sekalipun perlakuan itu Kyuhyun lakukan berkali-kali, tidak pernah bisa membuat Victoria bosan.
**
Victoria’s office
                Gadis itu menatap kalender yang terpajang di meja kerjanya dengan lekat. Lima jemari kanannya mengetuk-ngetuk permukaan kalender yang cukup keras. Sementara tangan kirinya digunakannya untuk tumpuan dagu runcingnya. Bibir merah mudanya membentuk kerucut hingga membuatnya terlihat malas. Tentu saja malas. Karena dia sendiri bahkan merutuki dirinya sendiri yang selalu lupa akan sesuatu ketika di depan Kyuhyun. Bahkan dia dibuat luluh hanya dengan kecupan ringan yang selalu diberikan kekasihnya itu setiap pagi.
                “seharusnya dia ingat bahwa hari ini aku berulang tahun. Kekasih macam apa dia” cibirnya dengan bibir yang masih membuat kerucut. Mengingatnya? Mungkin itu adalah sesuatu yang mustahil. Bukan karena Kyuhyun adalah orang yang pelupa. Justru Kyuhyun adalah orang yang sangat teliti dan tidak pernah melupakan hal sekecil apapun. Namun, kesibukan adalah satu alasan paling logis yang membuat Kyuhyun tidak mengingat ulang tahun Victoria. Jika Victoria tidak menginap di apartmentnya dia akan bermalam di kantor, namun jika Victoria bermalam di apartmentnya dia akan sekedar menyempatkan untuk melihat wajah gadis itu dan menemaninya tidur hingga pagi.
                “hai!” Victoria mendongak. Melihat siapa yang menghampiri dirinya. Zhoumi. Sahabatnya sejak SMP yang dulu sempat membuat hubungannya dengan Kyuhyun benar-benar tiada.
                “ada apa denganmu?” tanya Zhoumi sembari memposisikan duduk pada kursi yang berada di depan meja kerja Victoria.
                “kau tidak memberiku hadiah?” tanya Victoria spontan. Tanpa ada basa-basi sedikitpun. Namun Zhoumi hanya tersenyum simpul. Dan membuat Victoria menatapnya aneh.
                “karena kau adalah seorang pengarah fashion kau juga harus memperhatikan fashionmu sendiri” Zhoumi menyodorkan sebuah kotak kado berukuran cukup besar dengan motif polkadot hitam putih. Dan di atas kotak itu tertuliskan nama Victoria. Perlahan gadis itu membukanya. Hidung runcingnya mengambil nafas sejenak sebelum membuka tutup kotak itu. dan dalam waktu beberapa detik mata bulatnya terbelalak tak percaya.
                “kau menyukainya?” tanya Zhoumi setelah yakin dengan ekspresi yang Victoria perlihatkan. Tepat sekali. Sebuah hadiah ulang tahun. Seperangkat alat pendukung fashion. Mungkin itu adalah sebutan yang paling tepat. Pasalnya, Zhoumi menghadiahi sebuah cermin dengan figuran kayu berwarna brown autumn, sebuah sisir dengan gigi-gigi rapat berwarna pearl periwinkle, pita rambut berwarna soft pink kesukaan Victoria, dan sebotol parfum dengan aroma autumn rain yang selalu gadis itu sukai.
                “kau memang sahabat yang baik” ujar Victoria yang di akhiri dengan senyuman simpul.
                “bagaimana jika malam ini kita pergi untuk makan malam di luar?” tawar Zhoumi tanpa ada sedikit keraguan. Awalnya Victoria sudah berniat untuk menerima tawaran itu. Namun dia mengurungkan niatnya karena mengingat ucapan Kyuhyun tadi pagi.
                “aku akan pulang awal”
                “mungkin lain kali. Aku merasa sedikit lelah setelah berhari-hari pulang larut malam” gadis itu hanya mencari alasan. Alasan yang logis jika Zhoumi berfikir. Karena setelah berjalan lebih dari lima bulan, Zhoumi bahkan belum mengetahui bahwa Victoria kembali untuk mengulang masa lalunya yang hancur.
**

Kyuhyun’s Office
                “jadi, apa yang kau pikirkan tentang ini?” Changmin memperhatikan sebuah kotak berwarna green autumn yang berada di meja Kyuhyun. Kotak dengan ukuran delapan kali delapan centimeter itu terbalut dengan kain bludru yang sangat lembut. Sebuah kotak yang terlihat seperti kotak perhiasan. Namun Kyuhyun bilang itu bukan kotak perhiasan. Namun hanya sekedar kotak biasa yang dia temukan di laci meja-nya.
                “jika kau masih saja bertanya, mengapa kau tidak mencoba untuk membukanya?” tanya Kyuhyun yang sudah merasa terganggu akibat pertanyaan bertubi-tubi dari rekan bisnisnya itu. Sungguh, entah sudah yang keberapa kalinya, Changmin masih membahas tentang kotak yang entah asalnya darimana itu. dan Kyuhyun sendiri yang menemukannya saja, tidak ada niatan sedikitpun untuk membahas benda berukuran delapan dikali delapan centimeter itu. hingga pada akhirnya, dia melihat Changmin meraih kotak itu dan membukanya. Sedangkan dia, memilih untuk kembali pada pekerjaannya yang harus ia selesaikan dengan cepat karena dia sudah berjanji untuk pulang lebih awal hari ini.
                “bukankah ini sebuah hiasan meja?” tanya Changmin yang sudah mulai membuka suaranya lagi. Kyuhyun menghela nafasnya kasar. Cukup. Dia memanggil Changmin kemari untuk membantunya. Bukan untuk mengganggu pekerjaannya yang sungguh, itu semua sudah sulit.
                “bisakah kau….” Seketika perkataan Kyuhyun terhenti. Kedua matanya terarah pada benda yang sedang Changmin perhatikan. Pria itu memutar otaknya. Mencoba mengingat akan sesuatu. Hingga dia menemukan akar dari semuanya. Benar apa yang dikatakan Changmin. Itu adalah hiasan meja. Dia sangat ingat. Victoria membuat itu sembilan tahun lalu. Disaat musim gugur. Gadis itu bahkan memahatnya sendiri. Sebuah hiasan meja berbahan dasar kayu. Kayu pohon maple.
                “0203?” Changmin membuka suaranya lagi. Namun kali ini disertai tatapannya ke-arah Kyuhyun. Bahkan keningnya berkerut karena rasa ingin tahunya. Dan, tepat sekali. Ukiran kayu itu membentuk angka 0-2-0-3. Sebuah pertanda hubungannya dengan Victoria saat itu.
                “jika kau tidak menggunakannya, aku akan membawanya pulang. Ini terlalu indah untuk di buang” ujar Changmin lagi yang kali ini tengah sibuk memasukkan kembali hiasan meja tadi kembali ke tempatnya. Baru saja ia akan memasukkannya ke dalam tas kerjanya, kotak itu sudah lebih dulu terambil oleh tangan Kyuhyun. Dia menatap Kyuhyun aneh. Tidak mengerti dengan sikap temannya itu.
                “tanggal berapa sekarang?”
                “hmmm. Dua februari. Memangnya mengapa?”
                Kini Kyuhyun melukiskan sebuah senyuman di wajahnya. Sebuah rencana cemerlang tersusun di otaknya yang selalu bekerja dengan cepat.
**
Kyuhyun’s Apartment
Apa Kyuhyun belum pulang? Bukankah dia bilang akan pulang awal?
                Itu pemikiran Victoria ketika dia mulai melangkahkan kakinya menyusuri setiap sudut apartment yang hanya mendapat penerangan dari lampu remang yang berada di ruang tamu. Dia tidak menginginkan ini. Apa ucapan manis Kyuhyun tadi pagi hanya sekedar ucapan. Tanpa pembuktian pada akhirnya. Gadis itu sadar bahwa Kyuhyun tidak mungkin merelakan waktunya di kantor untuk pulang ke apartment lebih awal. Karena Victoria bahkan mengerti bahwa Kyuhyun selalu sibuk tiap detiknya. Dan dia, akan memaklumi hal itu. Dia memang menginginkan Kyuhyun memiliki waktunya lebih lama untuk bersama dengannya. Namun, dia tidak pernah sedikitpun menginginkan Kyuhyun berujar manis dan berbohong padanya. Kecuali, saat ini dia merubah pikirannya. Ketika suara yang menenangkan mencapai telinganya. Mengungkapkan sebuah kekecewaan yang terdengar penuh emosi. Dan, sebuah sentuhan hangat di pinggang rampingnya yang sialnya terasa intim dan hangat.
                “jangan berfikir bahwa aku hanya berujar manis, Qian” itu hanya sebuah kecupan ringan yang rutin Kyuhyun berikan jika mereka bertemu setelah waktu yang cukup panjang. Namun, Victoria tetaplah Victoria. Dia belum bisa sekedar menahan luapan kesenangannya ketika Kyuhyun memberikan kecupan ringan.
                “bukan maksudku ber – “ perkataannya terhenti ketika Kyuhyun mengatakan bahwa dia tidak ingin melakukan perdebatan diwaktu berharga seperti ini. Dan, gadis itu akan menerimanya dengan senang hati. Karena dia sadar bahwa ini adalah waktu yang langka. Bertemu dengan Kyuhyun di malam hari dan menyempatkan mengobrol atau mungkin makan bersama. Itu hanya suatu hal yang berada di benak Victoria. Atau mungkin, itu berada di benaknya karena dia menginginkan ucapan “selamat ulang tahun” dari kekasihnya. Namun, sepertinya Kyuhyun melupakan itu. Sehingga gadis itu memutuskan untuk melangkah menuju kamar dan mengganti pakaiannya. Dalam diam. Dia bahkan tidak berniat untuk memanggil Kyuhyun supaya membantunya menata rambut setelah dia selesai mandi. Itu bukan keadaan yang dia inginkan. Namun, dia beranggapan bahwa Kyuhyun yang memulai semuanya. Jadi, dia hanya melanjutkan suasana yang sudah terlanjur diciptakan.
                “aku menawarkanmu. Sebotol wine merah tahun 1992 untuk malam ini” tangan Victoria yang awalnya tengah sibuk memgang hairdryer untuk mengeringkan rambutnya, kini bebas dan Kyuhyun menggantikannya. Mengeringkan rambut hitamnya perlahan. Pria itu mencoba untuk menciptakan suasana senyaman mungkin. Namun, Victoria tidak tahu modus seperti apa yang kekasihnya itu gunakan saat ini. Karena yang dia tahu, Kyuhyun terlihat mempesona ketika tangannya dengan telaten mengeringkan dan merapikan setiap helai rambutnya.
                “kotak dengan motif polkadot. cermin dengan figuran kayu berwarna brown autumn, sebuah sisir dengan gigi-gigi rapat berwarna pearl periwinkle, pita rambut berwarna soft pink, dan sebotol parfum dengan aroma autumn rain. Siapa?” itu hanya sebuah pertanyaan santai yang Kyuhyun lontarkan karena dia teringat kotak yang tergeletak di meja ruang tamu. Dan jelas, itu milik Victoria. Terkadang dia menjadi pria retorik. Jelas, seseorang yang sangat dekat dengan Victoria – kekasihnya – memberikan itu sebagai hadiah yang sangat special di hari ulang tahun gadis itu. Dan, Zhoumi adalah orang pertama yang muncul pertama di pikirannya.
                “hanya Zhoumi” jawaban Victoria jelas sangat meyakinkan. Dan, tepat ketika Kyuhyun selesai merapikan rambutnya. Pria itu mengecup puncak kepala Victoria lembut. Nyaris seperti kain sutera dengan harga termahal. Dan setelahnya, manarik gadis itu mengikutinya menuju meja bar. Meminta Victoria untuk menikmati sebotol wine merah yang tadi Kyuhyun tawarkan. Dan, Victoria bahkan nyaris tidak berujar hingga tengah malam tiba. pukul dua belas kurang dua menit.
                “Zhoumi memberikan ha – “ perkataannya berhasil terpotong ketika Kyuhyun menyodorkan kotak berwarna autumn green yang tadi pria itu temukan di kantornya. Tepatnya, di laci mejanya. Gadis itu awalnya hanya menganga tak mengerti. Namun otaknya menyuruhnya untuk menggerakkan tangan dan membuka kotak itu.
                “aku tidak akan memberi ucapan selamat padamu. Karena, itu berarti aku senang harimu mulai berkurang di dunia ini. Jadi, aku hanya ingin mengatakan bahwa, mari kita menjalani ini lebih serius lagi. Kita berdua Qian”  itu adalah perkataan yang sangat-sangat serius dari seorang Cho Kyuhyun. Dan gadis itu merutuki dirinya sendiri yang sudah berfikir konyol tentang kekasihnya yang justru sangat menakjubkan. Dan, nyaris sempurna.
                “baiklah. Ini tepat pukul dua belas. Diantara tanggal dua dan tiga. Bagaimana menurutmu Kyu?”
                “dan, kita berada di situasi yang lebih serius. Membangun kepercayaan” itu adalah bisikan dari Kyuhyun yang cukup menggelikan di telinga Victoria. Membuat rona merah muncul di permukaan kulit pucatnya. Dan Kyuhyun meninggalkan sebuah kecupan manis dan hangat di bibir Victoria. Kecupan yang dia berjanji tidak akan memberikannya kepada gadis lain. Selain, Victoria yang selalu terlihat menggoda di matanya.
               




-THE END-



Selasa, 10 November 2015

Surprise

Well, setelah cukup lama gue gak update. Jadi, kali ini gue bakal berbagi cerita ke kalian tentang something unpredictable yang jujur aja, bikin gue SHOCK dalam waktu sepersekian detik *alay. Mungkin hal ini bisa bikin fans2nya Taeyeon (SNSD) sedikit was-was. Mungkin lho ya, baru kemungkinan jadi belom pasti. Dan, kalo kalian yang baca ini adalah salah satu dari ribuan fansnya Taeyeon atau SNSD, jangan merasa tersindir atau tersakiti atau tersinggung ya. Because, semua yang gue tulis adalah kenyataan yang terjadi. Well, mungkin kalian udah penasaran apa yang bakal gue beberkan disini.

So, what is that?

Itu adalah, sesuatu yang bersangkutan dengan F(x)!!!!! :D :D :D :D :D
Ya, setelah satu tahun lebih tiga bulan gue nunggu, akhirnya terkonfirmasi sudah semuanya. Karena, F(x) bakalan comeback dengan album ke-4!!!!

Mungkin bagi kalian yang penasaran bakalan kayak gimana comebacknya F(x). Terus penasaran gitu kayak gimana lagunya. Kalian bisa sekedar merelakan waktu kalian buat bangun pagi jam 12 tanggal 27 Oktober buat mantengin Youtube dan tontonlah MV nya. Gue sebenernya sedikit aneh ya sama SM. Kenapa mereka ngerilis MV-nya jam 12 malem? Kenapa gak jam 12 pagi gitu? *gakadabedanyaya

As always, yang jelas mereka bakalan kasih something different from other. Yang jelas mereka bukan SNSD atau RedVelvet yang comebacknya udah bisa ketebak semisal mereka pake konsep sexy atau imut. Karena mereka gak bakal pake konsep hip hop yang dipake Amber dan F(x).

Jadi, sekian info dari gue. Kalo kalian mau nonton silakan nonton. Tapi kalo gak mau, ya kalian mungkin bakalan nyesel *semoga. See you next time.

#dapetvsigndarichanyeol #kidding #dapetciumdarianjingnyaamber #weird #dapettendangandariktystal #seriously

Senin, 09 November 2015

Review MV 4Walls Yuk! :D

Review yuk.... Berhubung udah lama gak update. Jadi, kali ini gue bakal berbagi tentang adegan-adegan di MV barunya F(x) yang 4Walls nih. Cusss... gak usah kebanyakan ngomong



[(#) adalah tanda yg gue pake buat adegannya]

#1
Adegan pertama itu memperlihatkan mereka yang baru aja bangun tidur. Adegan disini tuh ambigu ya kalo di pikir dan dilihat lebih lanjut lagi. Kenapa? karena disini itu mereka seolah udah bangun dari tidur tapi belum keluar dari mimpi. Maksudnya? Maksudnya adalah mereka itu ada di batas nyata dan mimpi. Yah, semacam alam sadar dan alam bawah sadar gitu. Terus bisa dilihat ya disitu mereka kelihatan gusar sekaligus bingung *plolor gitu lah. Tapi, seperti biasa F(x) bukanlah girl group yang sekedar mengusung konsep untuk musiknya. Karena, sama seperti di setiap MV-nya. Disini, F(x) seolah ingin memperlihatkan bahwa mereka itu sedang mencoba untuk bangkit dari alam bawah sadar. Dalam kenyataannya, mereka itu seolah ngomong kalo mereka itu mencoba buat bangkit dari masalah dan masa lalu mereka. Jelasnya adalah, mereka mencoba bangkit setelah ditinggal Sulli.

#2
Dimulai dari Amber yang ambil coat warna biru itu. Nah, kan mulai detik itu mereka udah mulai beraktivitas tuh. Meskipun mereka kayak masih ada di dalam alam bawah sadar gitu. Tapi, mereka tuh seolah ngomong ke setiap orang bahwa mereka itu udah siap buat menghadapi dunia yang baru. Yang dimaksud dunia baru adalah, mereka akan mulai mempersiapkan segala sesuatu di album ini meskiun mereka masih merasa ada yang ganjil dan mereka masih ngerasa ada yang kurang dengan keadaan mereka.

#3
Dimulai dari Amber lagi. Di detik Amber mecahin cangkir. Itu adalah sebuah peringatan. Berarti, mereka udah siap buat beraktivitas. Dan gak peduli keadaan mereka. Entah mereka sadar atau enggak, yang jelas adalah mereka bakal memulai semuanya lagi dan mereka bakal memulainya dengan yang berbeda dari yang lain gitu. Dan, waktu Krystal numpahin air di atas meja, terus bikin Victoria kepleset segala *maknaekejam. Ini ber-arti mereka gak peduli orang-orang mau bilang apa kemereka. Dan, mereka gak peduli sama orang lain (idol) yang bakal jatuh gara-gara album mereka ini.

#4
Setelah Victoria jatuh, dia muncul di sebuah hutan. Ya, semacam teleportasi yang dikendalikan di bawah alam sadar mereka.  Disitu Vic sempet kebingungan. Terus member lain juga ikut muncul, dan mereka juga agak bingung gitu. Menurut aku, itu ber-arti mereka harus melalui jalan yang sulit dulu sebelum mencapai kepercayaan. Sama halnya kayak, mereka butuh waktu 1 tahun 3 bulan buat bikin orang-orang percaya dengan keadaan baru mereka. Dan, mereka disitu meninggalkan janji tersirat. Nah, janji nya itu digambarkan dengan adegan Luna selamat setelah dia nginjek pecahan beling itu. Janjinya sendiri tentang mereka yang berhasil keluar dari kesulitan selama 1 tahun 3 bulan.

#5
Diadegan ini, detik dimana Luna ditemukan sama Amber dalam keadaan lari tapi froze. Disini mereka harus berhenti lagi. Buat meyakinkan diri mereka sendiri tentang kembalinya mereka. Dan, mereka nyoba buat meneguhkan keputusan mereka. Bisa diliat waktu mereka udah mulai ngerti dengan jalan yang mereka ambil. Dan, mereka udah nyaris sadar. Artinya, alam bawah sadar dan alam sadar mereka itu jaraknya udah deket banget.

#6

Dimulai dari Krystal yang nyelem. Terus disusul member lain yang juga ikutan nyelem ke dalem air. Ini menandakan mereka yang udah siap buat tersadar dari alam bawah sadar mereka. Keliatan dari Luna yang terus keluar dari bak mandinya terus lari ke kasurnya dan kembali tidur lagi. Dan, dia akhirnya bangun lagi. Menandakan bahwa mereka udah menyelesaikan persiapan mereka dan mereka udah siap buat menunjukkan album mereka. Bisa diliat lah ya dari Vic yang dengan respect-nya ngambil cangkir yang dijatohin sama Amber.




Ya, itu sih cuma seedar review gue tentang MV 4Walls ini. Tapi, gue juga sempet baca di beberapa blog lain yang juga nge-review MV ini. Dan, gak jauh beda lah ya. Tapi, maaf ya kalo misalnya review gue berbeda dengan pemikiran kalian. Karena, Tuhan menciptakan otak setiap orang dengan pemikiran yang berbeda. But, thanks for read this review guys....

Selasa, 27 Oktober 2015

에프엑스_4 Walls_Music Video









This is the new song of my favorite Korean Girlgroup. F(x)!!!! If you know, this MV is really amazing. And, as always F(x) is unpredictable!!!! :D :D :D :D



I hope that Sulli will watch this MV. Because she supported F(x) two days ago.... :D :D :D :D :D

Rabu, 14 Oktober 2015

Unpredicted

Unpredicted
FanFiction
Author : Park Sang Soon (Umirin Mauludhiah)
Cast : Cho Kyuhyun | Victoria Song (Song Qian)
Genre : Romance, Fluff
Rated : PG 13+
Note : Ini poster pertama yg gue bikin sendiri. Dan, Ini FF pertama yang gue pos di blog gue sendiri. Gak ada acara numpang pake blog orang. Dan, gue pengen ngehidupin couple ini lagi. Jangan protes kalo FF-nya cukup gaje. Please tinggalkan koment dan jangan jadi silent reader. Selamat membaca ^^




Victoria menggerakkan jemarinya perlahan. Menyentuh bibir gelas wine yang berada di depannya. Dan jari telunjuknya berjalan mengitari bibir gelas itu. “hhhh” dia menghembuskan nafasnya perlahan. Dan perlahan tangannya mengambil gelas wine tadi. Melihatnya sesaat. Sebelum akhirnya dia meneguk wine itu dengan sekali teguk. Tidak, masih tersisa sedikit sekali. Dan gadis itu, sengaja meninggalkan sisa wine tadi untuk tidak diminumnya. Dia membalikkan badannya. Satu tangannya terlipat di depan perut datarnya. Dan tangan yang lainnya, masih memegang gelas wine tadi erat. Sementara matanya sibuk mengamati mantan teman-teman kampusnya yang sedang berpesta dalam rangka memeriahkan reuni mereka.
                “ini membosankan” ucap Victoria sembari memainkan gelas wine-nya.
                Dari sisi lain. Seorang pria jangkung dengan tuxedo hitam sedang mengamati Victoria intens. Dari rambut hitam gadis itu. mata lentik gadis itu. bibir merah muda yang sempurna. Lehernya yang jenjang. Tubuh proporsionalnya yang dibalut dress hitam setengah paha tanpa lengan. Dan kaki jenjangnya yang ter-ekspos dan mengenakan high hells berwarna padu.
                “Victoria Song” ucap pria itu sembari berjalan mendekat ke tempat Victoria berdiri.
                Gadis itu masih memainkan gelas wine-nya. Dia terlalu bosan. Dan tidak ada seorangpun yang nyaman untuk diajaknya mengobrol. Hiingga dia tidak sadar bahwa gelasnya nyaris saja jatuh. Namun seketika sebuah tangan pucat mengambil gelas itu. dan meneguk sisa wine itu dengan cepat.
                “Victoria Song” ucap pria itu sembari mengembalikan gelas wine tadi ke tangan Victoria. Gadis itu sedikit bingung. Namun setelah itu  dia tersenyum.
                “Tuan Cho. Kyuhyun?” sebut Victoria sembari menaikkan kedua alisnya.
                “kau masih mengingatku. Mau mengobrol di luar?” tawar Kyuhyun sembari mengulurkan tangannya.
                “tentu” jawab Victoria dan berjalan keluar mendahului Kyuhyun. Pria itu hanya tersenyum miring dan berdecak kagum. Setelah itu mengikuti Victoria yang sudah berada di luar lebih dulu.
                “kau baik?” tanya Kyuhyun membuka pembicaraan.
                “ya. Seperti yang kau lihat” jawab Victoria sedikit malas.
                “aku dengar kau menjadi pengarah fashion sekarang?” tanya Kyuhyun lagi. Tapi kali ini tangannya sedang sibuk menghidupkan sebatang rokok. Dan menghirupnya perlahan. Victoria mengamatinya intens. Gadis itu tersenyum.
                “dan kau. Seorang CEO perusahaan.” Timpal gadis itu sembari mengambil alih rokok yang sedang di hirup Kyuhyun dan menghirupnya. Lalu menghembuskan asapnya. Sempurna. Batin Kyuhyun dalam hati.
                “aku sedikit menyesal karena meninggalkanmu” perlahan Kyuhyun mendekati Victoria. Membuat gadis itu terhimpit diantara tembok dan tubuh jangkung Kyuhyun.
                “wae?” tanya Victoria sembari mengembalikan rokok tadi kembali ke tempatnya. Tepatnya, meletakkannya lagi ke bibir Kyuhyun. Pria itu hanya menerimanya. Tidak ada penolakan sedikitpun.
                “karena kau. Menarik” bisik pria itu tepat di samping telinga Victoria. Gadis itu sedikit menjauhkan wajahnya. Merasa sedikit geli dengan nafas Kyuhyun yang berhembus di lehernya yang bebas.
                “aku akan pulang” ucap Victoria sembari berjalan menjauh dari Kyuhyun. Berjalan menuju tempat parkir. Baru saja dia akan membuka mobilnya, tiba-tiba sebuah tangan menarik lengannya. Dan menariknya memasuki mobil yang lain.
                “kau akan aku antar. Tidak ada penolakan” ucap si pemilik mobil sembari melajukan mobilnya ke luar dari gedung kampus.
                “Galleria Foret” ucap Victoria. Memberitahu Kyuhyun dimana dia tinggal.
                “kau hebat. Aku belum menanyakan apartment-mu dan kau sudah memberitahunya lebih dulu” puji Kyuhyun dengan suara sinis. Victoria hanya tersenyum miring mendengar pujian Kyuhyun yang terdengar seperti ejekan.
                “apa kau mengatakan tempat tinggalmu pada seluruh pria?” tanya Kyuhyun. Kali ini dengan nada mengejek.
                “tidak. Ini untuk pertama kalinya” jawab Victoria. Nyaris seperti bisikan.
                “jika begitu, kau tidak akan kembali ke apartment-mu hari ini” ucap Kyuhyun dan tersenyum miring. Pria itu segera menginjak gas mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat. Victoria terbelalak. Apa yang barusan dikatakan pria di sampingnya baru saja. Jujur, membuat dadanya berdesir.
                “kau. Apa yang kau lakukan?” tanya Victoria sembari menatap khawatir ke-arah Kyuhyun. Namun pria itu hanya diam saja. Tidak menjawab pertanyaan Victoria. Dan semakin cepat melajukan mobilnya. Hingga beberapa menit kemudian. Mereka sampai di tempat parkir sebuah apartment. I-Park. Apartment berkelas milik pebisnis muda. Victoria menghela nafasnya berkali-kali. Kesal. Ya. Dia sangat kesal saat ini.
                “keluarlah” suruh Kyuhyun yang kini sudah membuka pintu yang berada tepat di samping Victoria. Gadis itu hendak mengajukan protes, namun Kyuhyun sudah lebih dulu pergi dan melangkah menuju lift. Sehigga dia tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti Kyuhyun.
                “pada akhirnya kau mengikutiku” timpal Kyuhyun setelah lift sudah berjalan naik. Victoria hanya menghela nafasnya kesal. Kini hening. Tidak ada dari mereka berdua yang berniat mengeluarkan suara. Hingga terdengar suara dentingan. Pertanda bahwa mereka sudah sampai. Tanpa peringatan, Kyuhyun melingkarkan tangannya ke pinggul Victoria. Gadis itu sedikit terkejut.
                “kau tahu. Kau seperti model majalah pria dewasa. Terlalu cantik” timpal Kyuhyun sembari menuntun Victoria menuju ke depan pintu apartment-nya. Victoria terdiam sejenak. Dia berfikir. Jika dia memasuki apartment ini, masa lalu-nya akan terulang lagi. Bahkan dia tidak bisa mengatur detak jantungnya saat ini. Ya. Kyuhyun. Masa lalunya yang sempat hilang. Dan sekarang, tiba-tiba datang. Dan tanpa peringatan.
                “apa yang kau pikirkan?” tanya Kyuhyun sembari mempererat rangkulannya di pinggang Victoria dan menuntun gadis itu masuk ke apartment-nya.
                “kau tinggal sendiri?” tanya Victoria setelah memasuki apartment Kyuhyun. Pria itu hanya mengangguk mengiyakan sembari melepas tuxedo-nya dan meletakkannya serampangan di punggung sofa.
                “red wine?” tawar Kyuhyun yang kini sudah berada di dapur dan mengambil satu botol red wine. Victoria berjalan mendekat ke-arah Kyuhyun. Lalu memposisikan duduk disalah satu kursi yang berada di depan meja bar. Gadis itu mengamati gerak-gerik Kyuhyun. Bagaimana cara pria itu membuka tutup wine yang akan dituangkannya. Bagaimana pria itu menuangkan wine dengan mahir ke dalam gelas. Dan, bagaimana gerak-gerik pria itu, bisa membuat dadanya berdesir.
                “Qian” panggil Kyuhyun pelan. Sontak Victoria terkejut. Nama aslinya baru saja diucapkan. Dan, Kyuhyun yang baru saja mengucapkannya.
                “kau melamun” ucap Kyuhyun sembari menyodorkan segelas red wine pada Victoria. Dan Kyuhyun langsung meneguk wine miliknya.
                “mengapa kau masih memanggilku dengan nama itu?” tanya Victoria setelah meneguk wine miliknya. Kyuhyun terdiam. Dia tidak menyangka bahwa Victoria akan menanyakan hal itu. Namun Kyuhyun tidak menjawab. Pria itu justru beranjak dari duduknya dan mendekati Victoria. Tangan pria itu yang bebas meraih tangan Victoria hingga gadis itu sedikit merintih kesakitan. Namun Victoria menuruti Kyuhyun. Dia mengikuti langkah Kyuhyun yang berjalan menuju salah satu ruangan. Mereka berdua berhenti tepat di depan sebuah ruangan degan pintu berwarna putih. Berbeda dari pintu lainnya yang berwarna hitam.
                “aku ingin kau mengetahui apa isi ruangan ini” Kyuhyun sedikit mendorong Victoria untuk membuka pintu itu. Dan dengan sedikit ragu, gadis itu membuka pintunya. Dia mulai berjalan perlahan memasuki ruangan itu. Hingga kini Victoria berdiri di tengah-tengah ruangan. Dia mengedarkan pandangannya. Terkejut, ah tidak. Tepatnya sangat terkejut. Terlebih ketika tiba-tiba saja Kyuhyun memeluk tubuhnya dari belakang. Kini tangan Kyuhyun melingkar apik di pinggangnya. Dan hembusan nafas Kyuhyun menyentuh permukaan tengkuk Victoria yang tidak dilindungi apapun.
                “untuk waktu yang lama. Delapan tahun. Aku merindukanmu. Selalu seperti itu setiap hari. Dan ini adalah kegiatanku selama delapan tahun. Memasuki ruangan sunyi ini. Sendirian. Mengamati setiap foto dirimu yang aku pajang. Dan konyolnya, aku berharap kau, Song Qian. Masa laluku yang hilang, sempat hilang, kembali untukku. Seperti saat ini” ujar Kyuhyun perlahan. Dan suara-nya nyaris seperti bisikan di telinga Victoria. Kyuhyun semakin mempererat tangannya yang memeluk pinggang Victoria. Sementara gadis itu masih terdiam. Matanya masih sibuk mengamati setiap foto yang berada di depannya. Hingga matanya terhenti pada dua lembar foto yang terpajang bersisihan. Foto yang berada di sebelah kiri, menampakkan dirinya yang saat itu bersama Zhoumi –sahabat yang pernah menjadi cintanya. Sementara disisi kanan, ada foto Kyuhyun dan Seohyun –mantan kekasih Kyuhyun –  yang sangat terlihat mesra. Victoria memutar ingatannya. Itu adalah kejadian yang membuat Kyuhyun dan Victoria memilih untuk berpisah. Tapi, selalu ada rasa rindu yang menyelinap masuk setiap detiknya selama delapan tahun ini. Rasa rindu yang mereka berdua rasakan bersamaan. Namun, pikiran mereka terlalu takut untuk mengakuinya.
                “Cho…… Kyuhyun….” Panggil Victoria dengan suara paraunya.
                “Hmmm” gumam Kyuhyun yang sudah meletakkan dagunya di bahu Victoria.
                “aku hanya…. Merasa dingin” Victoria menggenggam tangan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya dengan erat. Dia mencoba mencari kehangatan dan kenyamanan disana.
                “kau harus mengganti pakaianmu” tanpa aba-aba, Kyuhyun langsung menarik pelan tangan Victoria. Membuat gadis itu mengikutinya lagi. Tanpa adanya penolakan. Sedikitpun. Kini mereka sudah berada di kamar Kyuhyun. Victoria terduduk di tepi ranjang king size milik Kyuhyun. Sementara Kyuhyun sedang mengambil sesuatu di dalam lemari abu-abunya.
                “ganti pakaianmu. Aku akan mandi sebentar” Kyuhyun menyodorkan kemeja putihnya kepada Victoria. Dan gadis itu dengan ragu mengambilnya dari tangan Kyuhyun. Dia masih diam, belum mengganti pakaiannya setelah Kyuhyun benar-benar sudah menghilang ke balik kamar mandi. Gadis itu menatap tubuhnya di sebuah cermin yang dapat memperlihatkan keseluruhan tubuhnya, Masih baik-baik saja. Tubuhnya masih di balut dengan gaun hitam yang dikenakannya. Rambut pekatnya masih tergerai. Hanya sedikit berantakan karena tiupan angin. Kyuhyun menjaganya. Benar-benar menjaganya. Tidak ada luka disetiap inci tubuhnya. Hanya ada rona-rona merah yang tercipta karena sentuhan-sentuhan hangat dari Kyuhyun.
                Beberapa menit kemudian. Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar kamar mandi. Tubuhnya yang tadi dibalut dengan kemeja berwarna hitam kini sudah digantikan dengan kaos polos berwarna abu-abu. Pria itu masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Mengeringkan rambut coklatnya yang masih cukup basah akibat dia basuh.
                “mau ku bantu?” tiba-tiba saja Victoria sudah berdiri di depannya. Menawarkan diri untuk mengeringkan rambut Kyuhyun. Yang jujur, membuat gadis itu sulit untuk sekedar menelan salivanya. Tanpa ragu, Victoria menarik tangan Kyuhyun pelan. Membawa Kyuhyun untuk duduk di tepi ranjang. Tangan gadis itu mengambil alih handuk yang tadi dibawa Kyuhyun. Tanpa ada penolakan, Victoria mulai mengeringkan rambut Kyuhyun. Mata bulatnya menyusuri setiap helaian rambut coklat milik pria yang sampai saat ini masih dikaguminya.
                “delapan tahun. Dan sekarang, sepertinya aku serakah” Kyuhyun mencoba untuk membuka pembicaraan setelah mereka diam cukup lama.
                “apa yang kau katakana?” Victoria mengubah posisi duduknya menjadi setengah berdiri di atas kasur. Mulai mengeringkan rambut bagian belakang milik Kyuhyun. Hingga kini jarak mereka sangat dekat. Dan Kyuhyun, dapat mencium aroma daisy yang menyeruak dari tubuh Victoria. Aroma yang menurutnya, sangat menenangkan. Dan aroma itu tidak berubah sejak delapan tahun lalu.
                “ketika aku kembali bersama Seohyun, ada rasa bersalah yang sangat menggangguku. Karena aku telah menghindarimu. Dan, saat itu juga, aku memutuskan untuk sekedar berteman bersama Seohyun. Tidak lebih” Kyuhyun mulai berbicara lagi. Dia mencoba mengatur nafasnya yang seakan tercekat di tenggorokannya.
                “wae?” tangan Victoria kini mulai melemah. Bahkan jemari lentiknya bergetar.
                “karena aku sadar bahwa aku masih menyukaimu. Tidak, dan bukan. Aku masih mencintaimu. Sangat mencintaimu. Aku masih selalu mengingatmu. Setiap inci dari dirimu. Awalnya aku menyerah untuk sekedar mengingat dirimu lagi. Namun, semakin aku tidak mengingatmu, justru disaat itu aku ingin menemukanmu. Hingga aku tahu bahwa kau menjadi salah satu orang penting di salah satu sudut Korea. Dan hampir semua orang mengenalimu. Tapi, aku justru hanya diam. Dan membiarkan semua-nya berjalan sesuai takdir. Tapi, aku ingin kau yang menemukanku bukan aku yang menemukanmu. Lucu bukan?” Kyuhyun mengakhiri ucapannya dengan sebuah tawa yang hambar. Yang justru membuat Victoria meneteskan sebulir air mata beningnya. Kini tubuh Victoria benar-benar lemas. Posisinya yang tadi setengah berdiri. Kini sudah tidak lagi. Dia terjatuh dan terduduk. Tepat dihadapan Kyuhyun. Gadis itu menatap Kyuhyun intens. Pipi halusnya sudah dibasahi oleh buliran air mata yang sudah tidak dapat ia tahan lagi.
                “wae?” Kyuhyun perlahan menghilangkan air mata yang masih terjatuh dari pelupuk mata Victoria. Sementara matanya menatap setiap inci wajah gadis yang sangat dikaguminya itu.
                “kau bodoh ya? Selama delapan tahun ini kau membiarkanku menggila?! Bahkan aku seperti mayat hidup hanya karena aku memilirkanmu!! Lalu mengapa kau justru membiarkan aku yang mencarimu?!! Apa kau sebodoh itu?!!” Victoria berteriak dan beberapa kali tangannya memukul dada bidang Kyuhyun. Dan isak tangisnya masih berpadu dengan teriakannya.
                “mianhee” perlahan Kyuhyun menarik Victoria kedalam pelukannya. Sesaat itu. tangisan Victoria tidak terdengar lagi. Kyuhyun perlahan menarik Victoria dari pelukannya. Menatap dalam ke-arah Victoria. Sementara jemarinya menyusuri setiap inci wajah Victoria. Kening gadis itu yang sangat disukainya. Dulu, ia selalu menyapukan sebuah kecupan singkat disana. Alisnya yang tipis dan melengkung sempurna. Bulu matanya yang lentik dan gelap. Matanya yang selalu terlihat cerah seakan tersenyum. Hidung yang dimiliki gadis itu. Selalu dikerutkan ketika gadis itu sedang kesal. Pipinya yang selalu merona ketika Kyuhyun menyapukan kecupan atau sekedar sentuhan disitu. Dan bibir merah mudanya yang selalu pria itu rindukan. Bibir itu yang selalu membantunya untuk tersenyum. Ketika bibir merah muda itu membentuk sebuah lengkungan dengan sederet gigi putih. Maka disaat itu Kyuhyun akan tersenyum.
                Kini Kyuhyun ingin memulainya lagi. Bersama dengan gadis yang sama. Gadis yang saat ini tengah berada di hadapannya. Dia ingin memperbaiki hidupnya lagi. Dia ingin melengkapi hidupnya lagi. Hidupnya yang hancur selama delapan tahun. Hanya karena seorang gadis bernama Victoria Song.
                “sama seperti dirimu. Delapan tahun aku hanya diam. Selalu mengingatmu disetiap detik yang aku lewati. Dan kini, aku ingin memulainya lagi. Cho Kyuhyun” Victoria tersenyum. Meyakinkan dirinya sendiri untuk kembali. Bersama Kyuhyun.
                “Song Qian. Aku akan memanggilmu dengan nama itu lagi. Mari kita memulainya kembali. Seperti delapan tahun lalu. Tapi dengan cerita yang berbeda. Mari memulainya bersamaku lagi” Kyuhyun tersenyum. dan jemarinya sibuk menyelipkan helaian rambut Victoria kebalik telinga gadis itu.
                “panggil aku dengan nama itu. Mari kita mulai detik ini. Saat ini juga. Dengan cerita baru yang tidak ada akhirnya” senyum Victoria kini benar-benar mengembang. Kini gadis itu benar-benar yakin dengan pilihannya. Yaitu pria yang berada di hadapannya. Cho Kyuhyun.
                “iya, dengan cerita tanpa akhir.” Kyuhyun tersenyum kembali. Dan perlahan dia menyapukan bibirnya pada kening Victoria. Memberikan sebuah kecupan selamat datang. Sebuah kecupan rindu. Sebuah kecupan yang meyakinkan. Sebuah kecupan yang membuat gadis itu hangat. Sebuah kecupan kasih sayang. Dan sebuah kecupan yang akan menciptakan sebuah cerita baru. Mulai detik ini. 




-Finished-