Unpredicted
FanFiction
Author : Park Sang Soon (Umirin
Mauludhiah)
Cast : Cho Kyuhyun | Victoria Song (Song Qian)
Genre : Romance, Fluff
Rated : PG 13+
Note : Ini poster pertama yg gue bikin sendiri. Dan, Ini FF pertama yang gue pos di blog gue sendiri. Gak ada acara numpang pake blog orang. Dan, gue pengen ngehidupin couple ini lagi. Jangan protes kalo FF-nya cukup gaje. Please tinggalkan koment dan jangan jadi silent reader. Selamat membaca ^^
Victoria menggerakkan jemarinya perlahan.
Menyentuh bibir gelas wine yang berada di depannya. Dan jari telunjuknya
berjalan mengitari bibir gelas itu. “hhhh” dia menghembuskan nafasnya perlahan.
Dan perlahan tangannya mengambil gelas wine tadi. Melihatnya sesaat. Sebelum
akhirnya dia meneguk wine itu dengan sekali teguk. Tidak, masih tersisa sedikit
sekali. Dan gadis itu, sengaja meninggalkan sisa wine tadi untuk tidak
diminumnya. Dia membalikkan badannya. Satu tangannya terlipat di depan perut
datarnya. Dan tangan yang lainnya, masih memegang gelas wine tadi erat. Sementara
matanya sibuk mengamati mantan teman-teman kampusnya yang sedang berpesta dalam
rangka memeriahkan reuni mereka.
“ini membosankan” ucap Victoria
sembari memainkan gelas wine-nya.
Dari sisi lain. Seorang pria
jangkung dengan tuxedo hitam sedang mengamati Victoria intens. Dari rambut
hitam gadis itu. mata lentik gadis itu. bibir merah muda yang sempurna.
Lehernya yang jenjang. Tubuh proporsionalnya yang dibalut dress hitam setengah
paha tanpa lengan. Dan kaki jenjangnya yang ter-ekspos dan mengenakan high
hells berwarna padu.
“Victoria Song” ucap pria itu
sembari berjalan mendekat ke tempat Victoria berdiri.
Gadis itu masih memainkan gelas
wine-nya. Dia terlalu bosan. Dan tidak ada seorangpun yang nyaman untuk
diajaknya mengobrol. Hiingga dia tidak sadar bahwa gelasnya nyaris saja jatuh.
Namun seketika sebuah tangan pucat mengambil gelas itu. dan meneguk sisa wine
itu dengan cepat.
“Victoria Song” ucap pria itu
sembari mengembalikan gelas wine tadi ke tangan Victoria. Gadis itu sedikit
bingung. Namun setelah itu dia tersenyum.
“Tuan Cho. Kyuhyun?” sebut
Victoria sembari menaikkan kedua alisnya.
“kau masih mengingatku. Mau
mengobrol di luar?” tawar Kyuhyun sembari mengulurkan tangannya.
“tentu” jawab Victoria dan
berjalan keluar mendahului Kyuhyun. Pria itu hanya tersenyum miring dan
berdecak kagum. Setelah itu mengikuti Victoria yang sudah berada di luar lebih
dulu.
“kau baik?” tanya Kyuhyun
membuka pembicaraan.
“ya. Seperti yang kau lihat”
jawab Victoria sedikit malas.
“aku dengar kau menjadi pengarah
fashion sekarang?” tanya Kyuhyun lagi. Tapi kali ini tangannya sedang sibuk menghidupkan
sebatang rokok. Dan menghirupnya perlahan. Victoria mengamatinya intens. Gadis
itu tersenyum.
“dan kau. Seorang CEO
perusahaan.” Timpal gadis itu sembari mengambil alih rokok yang sedang di hirup
Kyuhyun dan menghirupnya. Lalu menghembuskan asapnya. Sempurna. Batin
Kyuhyun dalam hati.
“aku sedikit menyesal karena
meninggalkanmu” perlahan Kyuhyun mendekati Victoria. Membuat gadis itu
terhimpit diantara tembok dan tubuh jangkung Kyuhyun.
“wae?” tanya Victoria sembari
mengembalikan rokok tadi kembali ke tempatnya. Tepatnya, meletakkannya lagi ke
bibir Kyuhyun. Pria itu hanya menerimanya. Tidak ada penolakan sedikitpun.
“karena kau. Menarik” bisik pria
itu tepat di samping telinga Victoria. Gadis itu sedikit menjauhkan wajahnya.
Merasa sedikit geli dengan nafas Kyuhyun yang berhembus di lehernya yang bebas.
“aku akan pulang” ucap Victoria
sembari berjalan menjauh dari Kyuhyun. Berjalan menuju tempat parkir. Baru saja
dia akan membuka mobilnya, tiba-tiba sebuah tangan menarik lengannya. Dan
menariknya memasuki mobil yang lain.
“kau akan aku antar. Tidak ada
penolakan” ucap si pemilik mobil sembari melajukan mobilnya ke luar dari gedung
kampus.
“Galleria Foret” ucap Victoria.
Memberitahu Kyuhyun dimana dia tinggal.
“kau hebat. Aku belum menanyakan
apartment-mu dan kau sudah memberitahunya lebih dulu” puji Kyuhyun dengan suara
sinis. Victoria hanya tersenyum miring mendengar pujian Kyuhyun yang terdengar
seperti ejekan.
“apa kau mengatakan tempat
tinggalmu pada seluruh pria?” tanya Kyuhyun. Kali ini dengan nada mengejek.
“tidak. Ini untuk pertama
kalinya” jawab Victoria. Nyaris seperti bisikan.
“jika begitu, kau tidak akan
kembali ke apartment-mu hari ini” ucap Kyuhyun dan tersenyum miring. Pria itu
segera menginjak gas mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat. Victoria
terbelalak. Apa yang barusan dikatakan pria di sampingnya baru saja. Jujur,
membuat dadanya berdesir.
“kau. Apa yang kau lakukan?”
tanya Victoria sembari menatap khawatir ke-arah Kyuhyun. Namun pria itu hanya
diam saja. Tidak menjawab pertanyaan Victoria. Dan semakin cepat melajukan
mobilnya. Hingga beberapa menit kemudian. Mereka sampai di tempat parkir sebuah
apartment. I-Park. Apartment berkelas milik pebisnis muda. Victoria menghela
nafasnya berkali-kali. Kesal. Ya. Dia sangat kesal saat ini.
“keluarlah” suruh Kyuhyun yang
kini sudah membuka pintu yang berada tepat di samping Victoria. Gadis itu
hendak mengajukan protes, namun Kyuhyun sudah lebih dulu pergi dan melangkah
menuju lift. Sehigga dia tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti Kyuhyun.
“pada akhirnya kau mengikutiku”
timpal Kyuhyun setelah lift sudah berjalan naik. Victoria hanya menghela
nafasnya kesal. Kini hening. Tidak ada dari mereka berdua yang berniat
mengeluarkan suara. Hingga terdengar suara dentingan. Pertanda bahwa mereka
sudah sampai. Tanpa peringatan, Kyuhyun melingkarkan tangannya ke pinggul
Victoria. Gadis itu sedikit terkejut.
“kau tahu. Kau seperti model
majalah pria dewasa. Terlalu cantik” timpal Kyuhyun sembari menuntun Victoria menuju
ke depan pintu apartment-nya. Victoria terdiam sejenak. Dia berfikir. Jika dia
memasuki apartment ini, masa lalu-nya akan terulang lagi. Bahkan dia tidak bisa
mengatur detak jantungnya saat ini. Ya. Kyuhyun. Masa lalunya yang sempat
hilang. Dan sekarang, tiba-tiba datang. Dan tanpa peringatan.
“apa yang kau pikirkan?” tanya
Kyuhyun sembari mempererat rangkulannya di pinggang Victoria dan menuntun gadis
itu masuk ke apartment-nya.
“kau tinggal sendiri?” tanya
Victoria setelah memasuki apartment Kyuhyun. Pria itu hanya mengangguk
mengiyakan sembari melepas tuxedo-nya dan meletakkannya serampangan di punggung
sofa.
“red wine?” tawar Kyuhyun yang
kini sudah berada di dapur dan mengambil satu botol red wine. Victoria berjalan
mendekat ke-arah Kyuhyun. Lalu memposisikan duduk disalah satu kursi yang
berada di depan meja bar. Gadis itu mengamati gerak-gerik Kyuhyun. Bagaimana
cara pria itu membuka tutup wine yang akan dituangkannya. Bagaimana pria itu
menuangkan wine dengan mahir ke dalam gelas. Dan, bagaimana gerak-gerik pria
itu, bisa membuat dadanya berdesir.
“Qian” panggil Kyuhyun pelan.
Sontak Victoria terkejut. Nama aslinya baru saja diucapkan. Dan, Kyuhyun yang
baru saja mengucapkannya.
“kau melamun” ucap Kyuhyun
sembari menyodorkan segelas red wine pada Victoria. Dan Kyuhyun langsung
meneguk wine miliknya.
“mengapa kau masih memanggilku
dengan nama itu?” tanya Victoria setelah meneguk wine miliknya. Kyuhyun
terdiam. Dia tidak menyangka bahwa Victoria akan menanyakan hal itu. Namun
Kyuhyun tidak menjawab. Pria itu justru beranjak dari duduknya dan mendekati
Victoria. Tangan pria itu yang bebas meraih tangan Victoria hingga gadis itu
sedikit merintih kesakitan. Namun Victoria menuruti Kyuhyun. Dia mengikuti
langkah Kyuhyun yang berjalan menuju salah satu ruangan. Mereka berdua berhenti
tepat di depan sebuah ruangan degan pintu berwarna putih. Berbeda dari pintu
lainnya yang berwarna hitam.
“aku ingin kau mengetahui apa
isi ruangan ini” Kyuhyun sedikit mendorong Victoria untuk membuka pintu itu.
Dan dengan sedikit ragu, gadis itu membuka pintunya. Dia mulai berjalan
perlahan memasuki ruangan itu. Hingga kini Victoria berdiri di tengah-tengah
ruangan. Dia mengedarkan pandangannya. Terkejut, ah tidak. Tepatnya sangat
terkejut. Terlebih ketika tiba-tiba saja Kyuhyun memeluk tubuhnya dari
belakang. Kini tangan Kyuhyun melingkar apik di pinggangnya. Dan hembusan nafas
Kyuhyun menyentuh permukaan tengkuk Victoria yang tidak dilindungi apapun.
“untuk waktu yang lama. Delapan
tahun. Aku merindukanmu. Selalu seperti itu setiap hari. Dan ini adalah
kegiatanku selama delapan tahun. Memasuki ruangan sunyi ini. Sendirian.
Mengamati setiap foto dirimu yang aku pajang. Dan konyolnya, aku berharap kau,
Song Qian. Masa laluku yang hilang, sempat hilang, kembali untukku. Seperti
saat ini” ujar Kyuhyun perlahan. Dan suara-nya nyaris seperti bisikan di
telinga Victoria. Kyuhyun semakin mempererat tangannya yang memeluk pinggang
Victoria. Sementara gadis itu masih terdiam. Matanya masih sibuk mengamati
setiap foto yang berada di depannya. Hingga matanya terhenti pada dua lembar
foto yang terpajang bersisihan. Foto yang berada di sebelah kiri, menampakkan
dirinya yang saat itu bersama Zhoumi –sahabat yang pernah menjadi cintanya.
Sementara disisi kanan, ada foto Kyuhyun dan Seohyun –mantan kekasih Kyuhyun
– yang sangat terlihat mesra. Victoria
memutar ingatannya. Itu adalah kejadian yang membuat Kyuhyun dan Victoria
memilih untuk berpisah. Tapi, selalu ada rasa rindu yang menyelinap masuk
setiap detiknya selama delapan tahun ini. Rasa rindu yang mereka berdua rasakan
bersamaan. Namun, pikiran mereka terlalu takut untuk mengakuinya.
“Cho…… Kyuhyun….” Panggil
Victoria dengan suara paraunya.
“Hmmm” gumam Kyuhyun yang sudah
meletakkan dagunya di bahu Victoria.
“aku hanya…. Merasa dingin”
Victoria menggenggam tangan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya dengan erat.
Dia mencoba mencari kehangatan dan kenyamanan disana.
“kau harus mengganti pakaianmu”
tanpa aba-aba, Kyuhyun langsung menarik pelan tangan Victoria. Membuat gadis
itu mengikutinya lagi. Tanpa adanya penolakan. Sedikitpun. Kini mereka sudah
berada di kamar Kyuhyun. Victoria terduduk di tepi ranjang king size milik
Kyuhyun. Sementara Kyuhyun sedang mengambil sesuatu di dalam lemari abu-abunya.
“ganti pakaianmu. Aku akan mandi
sebentar” Kyuhyun menyodorkan kemeja putihnya kepada Victoria. Dan gadis itu dengan
ragu mengambilnya dari tangan Kyuhyun. Dia masih diam, belum mengganti pakaiannya
setelah Kyuhyun benar-benar sudah menghilang ke balik kamar mandi. Gadis itu
menatap tubuhnya di sebuah cermin yang dapat memperlihatkan keseluruhan
tubuhnya, Masih baik-baik saja. Tubuhnya masih di balut dengan gaun hitam yang
dikenakannya. Rambut pekatnya masih tergerai. Hanya sedikit berantakan karena
tiupan angin. Kyuhyun menjaganya. Benar-benar menjaganya. Tidak ada luka
disetiap inci tubuhnya. Hanya ada rona-rona merah yang tercipta karena
sentuhan-sentuhan hangat dari Kyuhyun.
Beberapa menit kemudian. Kyuhyun
melangkahkan kakinya keluar kamar mandi. Tubuhnya yang tadi dibalut dengan
kemeja berwarna hitam kini sudah digantikan dengan kaos polos berwarna abu-abu.
Pria itu masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Mengeringkan rambut
coklatnya yang masih cukup basah akibat dia basuh.
“mau ku bantu?” tiba-tiba saja
Victoria sudah berdiri di depannya. Menawarkan diri untuk mengeringkan rambut
Kyuhyun. Yang jujur, membuat gadis itu sulit untuk sekedar menelan salivanya.
Tanpa ragu, Victoria menarik tangan Kyuhyun pelan. Membawa Kyuhyun untuk duduk
di tepi ranjang. Tangan gadis itu mengambil alih handuk yang tadi dibawa
Kyuhyun. Tanpa ada penolakan, Victoria mulai mengeringkan rambut Kyuhyun. Mata
bulatnya menyusuri setiap helaian rambut coklat milik pria yang sampai saat ini
masih dikaguminya.
“delapan tahun. Dan sekarang,
sepertinya aku serakah” Kyuhyun mencoba untuk membuka pembicaraan setelah
mereka diam cukup lama.
“apa yang kau katakana?”
Victoria mengubah posisi duduknya menjadi setengah berdiri di atas kasur. Mulai
mengeringkan rambut bagian belakang milik Kyuhyun. Hingga kini jarak mereka
sangat dekat. Dan Kyuhyun, dapat mencium aroma daisy yang menyeruak dari
tubuh Victoria. Aroma yang menurutnya, sangat menenangkan. Dan aroma itu tidak berubah
sejak delapan tahun lalu.
“ketika aku kembali bersama
Seohyun, ada rasa bersalah yang sangat menggangguku. Karena aku telah
menghindarimu. Dan, saat itu juga, aku memutuskan untuk sekedar berteman
bersama Seohyun. Tidak lebih” Kyuhyun mulai berbicara lagi. Dia mencoba
mengatur nafasnya yang seakan tercekat di tenggorokannya.
“wae?” tangan Victoria kini
mulai melemah. Bahkan jemari lentiknya bergetar.
“karena aku sadar bahwa aku
masih menyukaimu. Tidak, dan bukan. Aku masih mencintaimu. Sangat mencintaimu.
Aku masih selalu mengingatmu. Setiap inci dari dirimu. Awalnya aku menyerah
untuk sekedar mengingat dirimu lagi. Namun, semakin aku tidak mengingatmu,
justru disaat itu aku ingin menemukanmu. Hingga aku tahu bahwa kau menjadi
salah satu orang penting di salah satu sudut Korea. Dan hampir semua orang
mengenalimu. Tapi, aku justru hanya diam. Dan membiarkan semua-nya berjalan
sesuai takdir. Tapi, aku ingin kau yang menemukanku bukan aku yang menemukanmu.
Lucu bukan?” Kyuhyun mengakhiri ucapannya dengan sebuah tawa yang hambar. Yang
justru membuat Victoria meneteskan sebulir air mata beningnya. Kini tubuh
Victoria benar-benar lemas. Posisinya yang tadi setengah berdiri. Kini sudah
tidak lagi. Dia terjatuh dan terduduk. Tepat dihadapan Kyuhyun. Gadis itu
menatap Kyuhyun intens. Pipi halusnya sudah dibasahi oleh buliran air mata yang
sudah tidak dapat ia tahan lagi.
“wae?” Kyuhyun perlahan
menghilangkan air mata yang masih terjatuh dari pelupuk mata Victoria.
Sementara matanya menatap setiap inci wajah gadis yang sangat dikaguminya itu.
“kau bodoh ya? Selama delapan
tahun ini kau membiarkanku menggila?! Bahkan aku seperti mayat hidup hanya
karena aku memilirkanmu!! Lalu mengapa kau justru membiarkan aku yang
mencarimu?!! Apa kau sebodoh itu?!!” Victoria berteriak dan beberapa kali
tangannya memukul dada bidang Kyuhyun. Dan isak tangisnya masih berpadu dengan
teriakannya.
“mianhee” perlahan Kyuhyun
menarik Victoria kedalam pelukannya. Sesaat itu. tangisan Victoria tidak
terdengar lagi. Kyuhyun perlahan menarik Victoria dari pelukannya. Menatap
dalam ke-arah Victoria. Sementara jemarinya menyusuri setiap inci wajah
Victoria. Kening gadis itu yang sangat disukainya. Dulu, ia selalu menyapukan
sebuah kecupan singkat disana. Alisnya yang tipis dan melengkung sempurna. Bulu
matanya yang lentik dan gelap. Matanya yang selalu terlihat cerah seakan
tersenyum. Hidung yang dimiliki gadis itu. Selalu dikerutkan ketika gadis itu
sedang kesal. Pipinya yang selalu merona ketika Kyuhyun menyapukan kecupan atau
sekedar sentuhan disitu. Dan bibir merah mudanya yang selalu pria itu rindukan.
Bibir itu yang selalu membantunya untuk tersenyum. Ketika bibir merah muda itu
membentuk sebuah lengkungan dengan sederet gigi putih. Maka disaat itu Kyuhyun
akan tersenyum.
Kini Kyuhyun ingin memulainya
lagi. Bersama dengan gadis yang sama. Gadis yang saat ini tengah berada di
hadapannya. Dia ingin memperbaiki hidupnya lagi. Dia ingin melengkapi hidupnya
lagi. Hidupnya yang hancur selama delapan tahun. Hanya karena seorang gadis bernama
Victoria Song.
“sama seperti dirimu. Delapan
tahun aku hanya diam. Selalu mengingatmu disetiap detik yang aku lewati. Dan
kini, aku ingin memulainya lagi. Cho Kyuhyun” Victoria tersenyum. Meyakinkan
dirinya sendiri untuk kembali. Bersama Kyuhyun.
“Song Qian. Aku akan memanggilmu
dengan nama itu lagi. Mari kita memulainya kembali. Seperti delapan tahun lalu.
Tapi dengan cerita yang berbeda. Mari memulainya bersamaku lagi” Kyuhyun
tersenyum. dan jemarinya sibuk menyelipkan helaian rambut Victoria kebalik
telinga gadis itu.
“panggil aku dengan nama itu. Mari
kita mulai detik ini. Saat ini juga. Dengan cerita baru yang tidak ada
akhirnya” senyum Victoria kini benar-benar mengembang. Kini gadis itu
benar-benar yakin dengan pilihannya. Yaitu pria yang berada di hadapannya. Cho
Kyuhyun.
“iya, dengan cerita tanpa
akhir.” Kyuhyun tersenyum kembali. Dan perlahan dia menyapukan bibirnya pada
kening Victoria. Memberikan sebuah kecupan selamat datang. Sebuah kecupan
rindu. Sebuah kecupan yang meyakinkan. Sebuah kecupan yang membuat gadis itu
hangat. Sebuah kecupan kasih sayang. Dan sebuah kecupan yang akan menciptakan
sebuah cerita baru. Mulai detik ini.
-Finished-