Rabu, 11 November 2015

Dumb?

Dumb?
FanFiction
Author : Park Sang Soon (Umirin Mauludhiah)
Cast : Cho Kyuhyun | Victoria Song (Song Qian)
Genre : Romance, Fluff
Rated : PG 13+


Sequel of Unpredicted

Kyuhyun apartment’s
                Victoria menggulingkan tubuhnya ke bagian kanan ranjang. Tangan lentiknya yang bebas menyusuri setiap sisi ranjang yang ditempatinya untuk tidur. Hidung runcingnya mendengus beberapa kali. Ada sesuatu yang aneh. Dia tidak menemukan Kyuhyun disampingnya. Padahal dia masih sangat ingat bahwa dia tidur bersama Kyuhyun tadi malam. Gadis itu membuka mata bulatnya perlahan. Dan dengan malas dia merubah posisi tidurnya menjadi duduk. Dan, benar saja. Dia tidak menemukan Kyuhyun disana.
                “Kyu....” panggilnya lirih. Lima detik dia menunggu. Tidak ada jawaban. Itu ber-arti Kyuhyun sudah keluar dari kamarnya. Atau bisa jadi kekasihnya itu sudah berada di perjalanan menuju kantor. Dengan setengah hati akhirnya Victoria memutuskan untuk beranjak dari ranjangnya. Berjalan keluar dari kamar dan mencoba untuk mencari Kyuhyun di sisi lain apartment. Dia mengedarkan pandangannya. Tidak menemukan sosok Kyuhyun. Dia kembali melangkahkan kakinya. Kali ini lebih pelan. Dan tepat tiga langkah setelah itu. Sebuah suara yang sangat familiar mencapai telinganya.
                “kau sudah bangun?” tanya Kyuhyun retoris. Namun, tetap saja pertanyaan retoris itu masih dijawab oleh Victoria. Bahkan dengan sebuah senyuman. Lebih tepatnya, senyuman yang hanya bertahan beberapa detik saja. Karena setelah itu Victoria mengerutkan keningnya. Rapi. Hal pertama yang gadis itu tangkap dari Kyuhyun pagi ini. Celana katun press berwarna dark blue. Dan kemeja putih yang masih halus. Serta dasi polos berwarna abu-abu.
                “kau sudah akan pergi?” tanya Victoria dengan suara lemahnya. Dan suara itu, membuat Kyuhyun yang kini tengah berdiri di depan cermin untuk mengenakan dan merapikan jas kerjanya, terhenti seketika. Dia tidak kuasa mendengar suara lemah itu. Membuatnya tidak tega untuk pergi menjauh dari Victoria. Sekalipun itu hanya dalam waktu tiga detik. Namun, bukankah itu semua untuk kebaikan kedepannya? Kebaikan untuk mereka berdua yang sudah Kyuhyun rancang sejak mereka bertemu kembali.
                “Kyu…..” seperti tersengat oleh ribuan volt listrik, Kyuhyun langsung tersadar dari lamunannya. Kini Victoria tengah membantunya untuk sekedar mengenakan jas kerjanya yang tadi belum selesai ia pakai. Dan saat itu, dia melihat jemari Victoria yang bergetar ketika membenarkan posisi jas kerjanya. Dia hanya menatapnya. Tidak ada niat untuk meraihnya. Karena dia tahu, dia tidak akan mau melepasnya setelah dia berhasil menggenggamnya.
                “ambilah istirahat ketika kau lelah” ujar Victoria yang diiringi dengan senyuman hangatnya. Yang membuat kekasihnya juga ikut mengembangkan seulas senyuman cerah. “aku akan pulang awal hari ini” ucap Kyuhyun sembari mengelus leher jenjang Victoria yang bebas. Bukannya mendapat respon yang baik, Kyuhyun justru mendapat tatapan aneh dari wajah Victoria. Gadis itu tidak mengerti. Dia sangat yakin bahwa Kyuhyun bukan seseorang yang akan meluangkan waktu untuk meninggalkan pekerjaannya yang jauh lebih penting. Dan selama ini, Victoria menerimanya. Tanpa ada keluhan sedikitpun. Namun, hal yang barusan Kyuhyun ucapkan adalah hal yang mungkin belum pernah ia dengar.
                “ aku pergi” singkat. Hanya sebuah kecupan ringan di kening yang diberikan Kyuhyun sebelum dia mulai melangkah pergi dan melambaikan tangan pada Victoria. Gadis itu bahkan sudah cukup kelimpungan hanya dengan perlakuan dari Kyuhyun, yang jujur saja sudah menjadi rutinitasnya jika ia bermalam di apartment Kyuhyun. Namun tetap saja, sekalipun perlakuan itu Kyuhyun lakukan berkali-kali, tidak pernah bisa membuat Victoria bosan.
**
Victoria’s office
                Gadis itu menatap kalender yang terpajang di meja kerjanya dengan lekat. Lima jemari kanannya mengetuk-ngetuk permukaan kalender yang cukup keras. Sementara tangan kirinya digunakannya untuk tumpuan dagu runcingnya. Bibir merah mudanya membentuk kerucut hingga membuatnya terlihat malas. Tentu saja malas. Karena dia sendiri bahkan merutuki dirinya sendiri yang selalu lupa akan sesuatu ketika di depan Kyuhyun. Bahkan dia dibuat luluh hanya dengan kecupan ringan yang selalu diberikan kekasihnya itu setiap pagi.
                “seharusnya dia ingat bahwa hari ini aku berulang tahun. Kekasih macam apa dia” cibirnya dengan bibir yang masih membuat kerucut. Mengingatnya? Mungkin itu adalah sesuatu yang mustahil. Bukan karena Kyuhyun adalah orang yang pelupa. Justru Kyuhyun adalah orang yang sangat teliti dan tidak pernah melupakan hal sekecil apapun. Namun, kesibukan adalah satu alasan paling logis yang membuat Kyuhyun tidak mengingat ulang tahun Victoria. Jika Victoria tidak menginap di apartmentnya dia akan bermalam di kantor, namun jika Victoria bermalam di apartmentnya dia akan sekedar menyempatkan untuk melihat wajah gadis itu dan menemaninya tidur hingga pagi.
                “hai!” Victoria mendongak. Melihat siapa yang menghampiri dirinya. Zhoumi. Sahabatnya sejak SMP yang dulu sempat membuat hubungannya dengan Kyuhyun benar-benar tiada.
                “ada apa denganmu?” tanya Zhoumi sembari memposisikan duduk pada kursi yang berada di depan meja kerja Victoria.
                “kau tidak memberiku hadiah?” tanya Victoria spontan. Tanpa ada basa-basi sedikitpun. Namun Zhoumi hanya tersenyum simpul. Dan membuat Victoria menatapnya aneh.
                “karena kau adalah seorang pengarah fashion kau juga harus memperhatikan fashionmu sendiri” Zhoumi menyodorkan sebuah kotak kado berukuran cukup besar dengan motif polkadot hitam putih. Dan di atas kotak itu tertuliskan nama Victoria. Perlahan gadis itu membukanya. Hidung runcingnya mengambil nafas sejenak sebelum membuka tutup kotak itu. dan dalam waktu beberapa detik mata bulatnya terbelalak tak percaya.
                “kau menyukainya?” tanya Zhoumi setelah yakin dengan ekspresi yang Victoria perlihatkan. Tepat sekali. Sebuah hadiah ulang tahun. Seperangkat alat pendukung fashion. Mungkin itu adalah sebutan yang paling tepat. Pasalnya, Zhoumi menghadiahi sebuah cermin dengan figuran kayu berwarna brown autumn, sebuah sisir dengan gigi-gigi rapat berwarna pearl periwinkle, pita rambut berwarna soft pink kesukaan Victoria, dan sebotol parfum dengan aroma autumn rain yang selalu gadis itu sukai.
                “kau memang sahabat yang baik” ujar Victoria yang di akhiri dengan senyuman simpul.
                “bagaimana jika malam ini kita pergi untuk makan malam di luar?” tawar Zhoumi tanpa ada sedikit keraguan. Awalnya Victoria sudah berniat untuk menerima tawaran itu. Namun dia mengurungkan niatnya karena mengingat ucapan Kyuhyun tadi pagi.
                “aku akan pulang awal”
                “mungkin lain kali. Aku merasa sedikit lelah setelah berhari-hari pulang larut malam” gadis itu hanya mencari alasan. Alasan yang logis jika Zhoumi berfikir. Karena setelah berjalan lebih dari lima bulan, Zhoumi bahkan belum mengetahui bahwa Victoria kembali untuk mengulang masa lalunya yang hancur.
**

Kyuhyun’s Office
                “jadi, apa yang kau pikirkan tentang ini?” Changmin memperhatikan sebuah kotak berwarna green autumn yang berada di meja Kyuhyun. Kotak dengan ukuran delapan kali delapan centimeter itu terbalut dengan kain bludru yang sangat lembut. Sebuah kotak yang terlihat seperti kotak perhiasan. Namun Kyuhyun bilang itu bukan kotak perhiasan. Namun hanya sekedar kotak biasa yang dia temukan di laci meja-nya.
                “jika kau masih saja bertanya, mengapa kau tidak mencoba untuk membukanya?” tanya Kyuhyun yang sudah merasa terganggu akibat pertanyaan bertubi-tubi dari rekan bisnisnya itu. Sungguh, entah sudah yang keberapa kalinya, Changmin masih membahas tentang kotak yang entah asalnya darimana itu. dan Kyuhyun sendiri yang menemukannya saja, tidak ada niatan sedikitpun untuk membahas benda berukuran delapan dikali delapan centimeter itu. hingga pada akhirnya, dia melihat Changmin meraih kotak itu dan membukanya. Sedangkan dia, memilih untuk kembali pada pekerjaannya yang harus ia selesaikan dengan cepat karena dia sudah berjanji untuk pulang lebih awal hari ini.
                “bukankah ini sebuah hiasan meja?” tanya Changmin yang sudah mulai membuka suaranya lagi. Kyuhyun menghela nafasnya kasar. Cukup. Dia memanggil Changmin kemari untuk membantunya. Bukan untuk mengganggu pekerjaannya yang sungguh, itu semua sudah sulit.
                “bisakah kau….” Seketika perkataan Kyuhyun terhenti. Kedua matanya terarah pada benda yang sedang Changmin perhatikan. Pria itu memutar otaknya. Mencoba mengingat akan sesuatu. Hingga dia menemukan akar dari semuanya. Benar apa yang dikatakan Changmin. Itu adalah hiasan meja. Dia sangat ingat. Victoria membuat itu sembilan tahun lalu. Disaat musim gugur. Gadis itu bahkan memahatnya sendiri. Sebuah hiasan meja berbahan dasar kayu. Kayu pohon maple.
                “0203?” Changmin membuka suaranya lagi. Namun kali ini disertai tatapannya ke-arah Kyuhyun. Bahkan keningnya berkerut karena rasa ingin tahunya. Dan, tepat sekali. Ukiran kayu itu membentuk angka 0-2-0-3. Sebuah pertanda hubungannya dengan Victoria saat itu.
                “jika kau tidak menggunakannya, aku akan membawanya pulang. Ini terlalu indah untuk di buang” ujar Changmin lagi yang kali ini tengah sibuk memasukkan kembali hiasan meja tadi kembali ke tempatnya. Baru saja ia akan memasukkannya ke dalam tas kerjanya, kotak itu sudah lebih dulu terambil oleh tangan Kyuhyun. Dia menatap Kyuhyun aneh. Tidak mengerti dengan sikap temannya itu.
                “tanggal berapa sekarang?”
                “hmmm. Dua februari. Memangnya mengapa?”
                Kini Kyuhyun melukiskan sebuah senyuman di wajahnya. Sebuah rencana cemerlang tersusun di otaknya yang selalu bekerja dengan cepat.
**
Kyuhyun’s Apartment
Apa Kyuhyun belum pulang? Bukankah dia bilang akan pulang awal?
                Itu pemikiran Victoria ketika dia mulai melangkahkan kakinya menyusuri setiap sudut apartment yang hanya mendapat penerangan dari lampu remang yang berada di ruang tamu. Dia tidak menginginkan ini. Apa ucapan manis Kyuhyun tadi pagi hanya sekedar ucapan. Tanpa pembuktian pada akhirnya. Gadis itu sadar bahwa Kyuhyun tidak mungkin merelakan waktunya di kantor untuk pulang ke apartment lebih awal. Karena Victoria bahkan mengerti bahwa Kyuhyun selalu sibuk tiap detiknya. Dan dia, akan memaklumi hal itu. Dia memang menginginkan Kyuhyun memiliki waktunya lebih lama untuk bersama dengannya. Namun, dia tidak pernah sedikitpun menginginkan Kyuhyun berujar manis dan berbohong padanya. Kecuali, saat ini dia merubah pikirannya. Ketika suara yang menenangkan mencapai telinganya. Mengungkapkan sebuah kekecewaan yang terdengar penuh emosi. Dan, sebuah sentuhan hangat di pinggang rampingnya yang sialnya terasa intim dan hangat.
                “jangan berfikir bahwa aku hanya berujar manis, Qian” itu hanya sebuah kecupan ringan yang rutin Kyuhyun berikan jika mereka bertemu setelah waktu yang cukup panjang. Namun, Victoria tetaplah Victoria. Dia belum bisa sekedar menahan luapan kesenangannya ketika Kyuhyun memberikan kecupan ringan.
                “bukan maksudku ber – “ perkataannya terhenti ketika Kyuhyun mengatakan bahwa dia tidak ingin melakukan perdebatan diwaktu berharga seperti ini. Dan, gadis itu akan menerimanya dengan senang hati. Karena dia sadar bahwa ini adalah waktu yang langka. Bertemu dengan Kyuhyun di malam hari dan menyempatkan mengobrol atau mungkin makan bersama. Itu hanya suatu hal yang berada di benak Victoria. Atau mungkin, itu berada di benaknya karena dia menginginkan ucapan “selamat ulang tahun” dari kekasihnya. Namun, sepertinya Kyuhyun melupakan itu. Sehingga gadis itu memutuskan untuk melangkah menuju kamar dan mengganti pakaiannya. Dalam diam. Dia bahkan tidak berniat untuk memanggil Kyuhyun supaya membantunya menata rambut setelah dia selesai mandi. Itu bukan keadaan yang dia inginkan. Namun, dia beranggapan bahwa Kyuhyun yang memulai semuanya. Jadi, dia hanya melanjutkan suasana yang sudah terlanjur diciptakan.
                “aku menawarkanmu. Sebotol wine merah tahun 1992 untuk malam ini” tangan Victoria yang awalnya tengah sibuk memgang hairdryer untuk mengeringkan rambutnya, kini bebas dan Kyuhyun menggantikannya. Mengeringkan rambut hitamnya perlahan. Pria itu mencoba untuk menciptakan suasana senyaman mungkin. Namun, Victoria tidak tahu modus seperti apa yang kekasihnya itu gunakan saat ini. Karena yang dia tahu, Kyuhyun terlihat mempesona ketika tangannya dengan telaten mengeringkan dan merapikan setiap helai rambutnya.
                “kotak dengan motif polkadot. cermin dengan figuran kayu berwarna brown autumn, sebuah sisir dengan gigi-gigi rapat berwarna pearl periwinkle, pita rambut berwarna soft pink, dan sebotol parfum dengan aroma autumn rain. Siapa?” itu hanya sebuah pertanyaan santai yang Kyuhyun lontarkan karena dia teringat kotak yang tergeletak di meja ruang tamu. Dan jelas, itu milik Victoria. Terkadang dia menjadi pria retorik. Jelas, seseorang yang sangat dekat dengan Victoria – kekasihnya – memberikan itu sebagai hadiah yang sangat special di hari ulang tahun gadis itu. Dan, Zhoumi adalah orang pertama yang muncul pertama di pikirannya.
                “hanya Zhoumi” jawaban Victoria jelas sangat meyakinkan. Dan, tepat ketika Kyuhyun selesai merapikan rambutnya. Pria itu mengecup puncak kepala Victoria lembut. Nyaris seperti kain sutera dengan harga termahal. Dan setelahnya, manarik gadis itu mengikutinya menuju meja bar. Meminta Victoria untuk menikmati sebotol wine merah yang tadi Kyuhyun tawarkan. Dan, Victoria bahkan nyaris tidak berujar hingga tengah malam tiba. pukul dua belas kurang dua menit.
                “Zhoumi memberikan ha – “ perkataannya berhasil terpotong ketika Kyuhyun menyodorkan kotak berwarna autumn green yang tadi pria itu temukan di kantornya. Tepatnya, di laci mejanya. Gadis itu awalnya hanya menganga tak mengerti. Namun otaknya menyuruhnya untuk menggerakkan tangan dan membuka kotak itu.
                “aku tidak akan memberi ucapan selamat padamu. Karena, itu berarti aku senang harimu mulai berkurang di dunia ini. Jadi, aku hanya ingin mengatakan bahwa, mari kita menjalani ini lebih serius lagi. Kita berdua Qian”  itu adalah perkataan yang sangat-sangat serius dari seorang Cho Kyuhyun. Dan gadis itu merutuki dirinya sendiri yang sudah berfikir konyol tentang kekasihnya yang justru sangat menakjubkan. Dan, nyaris sempurna.
                “baiklah. Ini tepat pukul dua belas. Diantara tanggal dua dan tiga. Bagaimana menurutmu Kyu?”
                “dan, kita berada di situasi yang lebih serius. Membangun kepercayaan” itu adalah bisikan dari Kyuhyun yang cukup menggelikan di telinga Victoria. Membuat rona merah muncul di permukaan kulit pucatnya. Dan Kyuhyun meninggalkan sebuah kecupan manis dan hangat di bibir Victoria. Kecupan yang dia berjanji tidak akan memberikannya kepada gadis lain. Selain, Victoria yang selalu terlihat menggoda di matanya.
               




-THE END-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar