The Destiny
FanFiction
Author : Park Sang Soon (Umirin
Mauludhiah)
Cast : Cho Kyuhyun | Victoria
Genre : Romance, Fluff
Rated : PG 13+
2007
-Disaat itu mereka mulai beradu
pandang. Memutuskan untuk menciptakan sebuah benang tipis diantara mereka
berdua.
Jemari
lentik itu bermain pada permukaan kaca sebuah mesin penjual minuman. Si pemilik
jemari menanti sebuah kaleng keluar dari dalam mesin tersebut. Namun, dirinya
mungkin sedang tidak terberkati. Bahkan setelah satu menit dia menunggu, tidak
ada sebuah kaleng minuman yang terdorong jatuh dan keluar dari mesin itu.
Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk mengambil koin lagi dari dalam dompet autumn
green yang berada di genggaman tangan kanannya. Meraih dua buah koin yang
berada di dalamnya, dan dia memasukkannya ke dalam mesin penjual minuman yang
masih berada di hadapannya. Lalu, menantinya lagi. Namun, mesin itu tidak
bereaksi sama sekali.
“ah,
aku tidak terberkati” keluhan itu dengan bebas keluar dari bibir tipis merah
mudanya. Dan mengundang seseorang untuk mendekat padanya. Sekedar bertanya
tentang apa masalah yang dia dapatkan. Dengan sedikit kekecewaan, dia
menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa mendapatkan minumannya. Bahkan setelah dua
kali dia mencoba memasukkan koinnya. Namun, hasilnya adalah koinnya tertahan di
dalam mesin penjual minuman itu.
“aku
bisa membantumu” Saat itu juga, orang tadi menendang mesin penjual minuman
dengan keras dan sembarang. Hingga mesin itu menimbulkan tiga suara berturut.
Dan, menjatuhkan tiga kaleng minuman sekaligus. Segera saja jemari lentik itu
meraihnya. Tidak lupa memberikan salah satu kaleng minumannya pada seorang yang
telah membantunya. Disaat itu dia sadar, seorang pria dengan mata tajamnya
telah membantu dia. Pria dengan rambut kecoklatan yang menawan.
“apakah
kau seorang trainee?” Pria tadi bertanya. Dengan suara khas yang sangat
menenangkan. Memacu sebuah detakan hebat di dalam dadanya. Dengan ritme yang
sangat tidak beraturan. Dan, tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Sungguh
memabukkan dirinya sendiri. Bahkan hingga dia nyaris kehilangan fokusnya jika
saja pria dihadapannya tidak menyentuh bahu rampingnya. Hingga segera saja
membuatnya berucap untuk menjawab pertanyaan tadi. Lalu membungkuk untuk
sekedar memberikan gesture berterimakasih dan memperkenalkan dirinya.
“namaku
Victoria Song,” ada jeda dari perkenalannya. Namun, dilanjut dengan sebuah
senyuman yang sangat ber-arti bagi pria itu. “sunbaenim” tertutup sudah
ucapannya. Dengan kata terakhir yang bahkan, bisa membuat pria itu seolah
terkunci dengan suara manisnya. “aku, Cho Kyuhyun” setelahnya, mereka sama-sama
tersenyum. Saling memandang satu sama lain. Dan, menciptakan sebuah tali tipis
yang bisa saja putus dalam satu sentuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar