Senin, 23 November 2015

The Destiny


The Destiny

FanFiction
Author : Park Sang Soon (Umirin Mauludhiah)
Cast : Cho Kyuhyun | Victoria
Genre : Romance, Fluff
Rated : PG 13+

2007
-Disaat itu mereka mulai beradu pandang. Memutuskan untuk menciptakan sebuah benang tipis diantara mereka berdua.

                Jemari lentik itu bermain pada permukaan kaca sebuah mesin penjual minuman. Si pemilik jemari menanti sebuah kaleng keluar dari dalam mesin tersebut. Namun, dirinya mungkin sedang tidak terberkati. Bahkan setelah satu menit dia menunggu, tidak ada sebuah kaleng minuman yang terdorong jatuh dan keluar dari mesin itu. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk mengambil koin lagi dari dalam dompet autumn green yang berada di genggaman tangan kanannya. Meraih dua buah koin yang berada di dalamnya, dan dia memasukkannya ke dalam mesin penjual minuman yang masih berada di hadapannya. Lalu, menantinya lagi. Namun, mesin itu tidak bereaksi sama sekali.
                “ah, aku tidak terberkati” keluhan itu dengan bebas keluar dari bibir tipis merah mudanya. Dan mengundang seseorang untuk mendekat padanya. Sekedar bertanya tentang apa masalah yang dia dapatkan. Dengan sedikit kekecewaan, dia menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa mendapatkan minumannya. Bahkan setelah dua kali dia mencoba memasukkan koinnya. Namun, hasilnya adalah koinnya tertahan di dalam mesin penjual minuman itu.
                “aku bisa membantumu” Saat itu juga, orang tadi menendang mesin penjual minuman dengan keras dan sembarang. Hingga mesin itu menimbulkan tiga suara berturut. Dan, menjatuhkan tiga kaleng minuman sekaligus. Segera saja jemari lentik itu meraihnya. Tidak lupa memberikan salah satu kaleng minumannya pada seorang yang telah membantunya. Disaat itu dia sadar, seorang pria dengan mata tajamnya telah membantu dia. Pria dengan rambut kecoklatan yang menawan.
                “apakah kau seorang trainee?” Pria tadi bertanya. Dengan suara khas yang sangat menenangkan. Memacu sebuah detakan hebat di dalam dadanya. Dengan ritme yang sangat tidak beraturan. Dan, tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Sungguh memabukkan dirinya sendiri. Bahkan hingga dia nyaris kehilangan fokusnya jika saja pria dihadapannya tidak menyentuh bahu rampingnya. Hingga segera saja membuatnya berucap untuk menjawab pertanyaan tadi. Lalu membungkuk untuk sekedar memberikan gesture berterimakasih dan memperkenalkan dirinya.

                “namaku Victoria Song,” ada jeda dari perkenalannya. Namun, dilanjut dengan sebuah senyuman yang sangat ber-arti bagi pria itu. “sunbaenim” tertutup sudah ucapannya. Dengan kata terakhir yang bahkan, bisa membuat pria itu seolah terkunci dengan suara manisnya. “aku, Cho Kyuhyun” setelahnya, mereka sama-sama tersenyum. Saling memandang satu sama lain. Dan, menciptakan sebuah tali tipis yang bisa saja putus dalam satu sentuhan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar